#napi#teroris#jdi

Lapas Metro Terima Napiter Jaringan Daulah Islamiyah

Lapas Metro Terima Napiter Jaringan Daulah Islamiyah
Napiter jaringan DI saat tiba di Lapas Kelas II A Kota Metro pada Selasa, 4 Oktober 2022 sekitar pukul 22.55 WIB. (Foto:Lampost/Bambang Pamungkas)


Metro (Lampost.co) -- Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Kota Metro kembali menerima titipan narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) jaringan Daulah Islamiyah (DI).
Data yang dihimpun Lampung Post, Napiter tersebut sebelumnya telah menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II A Gunung Sindur, Kabupeten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Napiter tersebut lalu dipindahkan ke Lapas Kelas II A Kota Metro pada Selasa, 4 Oktober 2022 sekitar pukul 22.55 WIB.

Napiter asal Sulawesi tersebut saat tiba di Lapas langsung melakukan registrasi kedatangan dan penyerahan dokumen.

Diketahui, Napiter tersebut bernama M. Fajar, Alias La Kojo Bin Laode Guru Tua (alm) yang diduga merupakan jaringan Daulah Islamiyah. Dia ditetapkan bersalah berdasarkan Amar Putusan PN Jakarta Barat nomor : 1630/ Pid.sus/ 2020/ PN Jkt.Brt tertanggal 15 April 2021.

Ia ditangkap pada Desember 2020, setelah melakukan proses panjang pemeriksaan serta peradilan Napiter tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Terorisme.

Selanjutnya, ia dipidana selama tiga tahun 6 bulan. Barang bukti yang dirampas Negara untuk diamankan dan dimusnahkan, diantaranya sepucuk senjata laras panjang, sepucuk senjata api rakitan laras pendek, Jenis FN dan satu unit handphone Vivo warna hitam.

"Sebelumnya, yang bersangkutan sempat menjalani masa tahanan di Lapas Kls II A Gunung Sindur, Bogor, Provinsi Jawa Barat. Lalu dipindahkan ke Lapas Kelas IIA Kota Metro pada hari ini," ujar KPLP Lapas Metro, Ady Kusuma Wardana, Selasa, 4 Oktober 2022.

Diketahui, dengan dititipkannya Napiter atas nama M Fajar ini, kini jumlah Napiter yang berada di Lapas II A Kota Metro ada tiga orang.

Sebelumnya terdapat dua orang Napiter di Lapas Kelas II A Kota Metro, yaitu Awal Septo Hadi alias Abu Dita dan Kresno alias Kres alias Sumari.

EDITOR

Sri Agustina


loading...



Komentar


Berita Terkait