lansiacovid-19

Lansia PDP Meninggal Tak Miliki Riwayat ke Luar Kota

Lansia PDP Meninggal Tak Miliki Riwayat ke Luar Kota
dok Lampost.co


Pesawaran (Lampost.co) -- Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesawaran tidak memiliki riwayat perjalanan keluar kota maupun kontak dengan pasien Covid-19.

"Menurut keterangan dari keluarga pasien, nenek ini tidak ada riwayat perjalanan, maupun kontak dengan pasien positif Covid-19," jelas juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran, dr. Aila Karyus. Minggu, 5 Juli 2020.

Menurutnya, pasien telah melakukan Rapid Test dengan hasil reaktif. Sementara dari hasil pemeriksaan, pasien mengalami peradangan pada paru-paru dan penurunan trombosit.

"Dikarenakan hasil Rapid Test yang reaktif, rencananya, pada senin besok Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kota Dalam, akan melakukan tracing terhadap keluarga dan orang orang yang pernah kontak dengan pasien," paparnya.

Berita Terkait: Lansia PDP Covid-19 di Pesawaran Meninggal

"Selain melakukan tracing, kita juga memberikan edukasi kepada keluarga pasien, agar untuk mengisolasi mandiri selama 14 hari, serta mengkonsumsi makanan bergizi, serta menjalankan protokoler kesehatan laiinya," pungkasnya.

Sebelumnya, wanita (67) asal Kecamatan Way Lima, yang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP), meninggal dunia setelah sebelumnya di rawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran.

"Pasien masuk ke rumah sakit pertama kali, pada hari Sabtu tanggal 4 Juli sekitar pukul 12.00 wib, dengan keluhan, demam, batuk, nyeri ulu hati, mual, muntah," jelas juru bicara tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran. Minggu, 5 Juli 2020.

"Dengan gejala yang dialami oleh pasien, maka dari itu, kita memasukan pasien ke dalam PDP, jadi selama masa perawatan, pasien mendapatkan tempat khsusu, yang diperuntukan untuk PDP," tambahnya.

Setelah sempat mendapatkan perawatan, di hari yang sama, pada pukul 22.00 WIB, petugas rumah sakit memberi informasi, kalau pasien tersebut meninggal dunia.

"Mendapatkan informasi tersebut, kami langsung mengambil langkah-langkah yang di anjurkan oleh Kadinkes, untuk sesegera mungkin memakamkan pasien," paparnya. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait