#gula#langka#komoditas

Langka, Pembelian Gula Pasir Dibatasi

( kata)
Langka, Pembelian Gula Pasir Dibatasi
dok

Bandar Lampung (Lampost.co) --  Sejak hampir dua pekan ini, sejumlah konsumen, khususnya di Bandar Lampung, mengeluhkan kesulitan mencari gula pasir, baik di supermarket modern maupun minimarket. Bahkan di pasar tradisional, gula pasir kemasan dan bermerek seolah menghilang, alias kosong. Sementara ada gula curah dengan harga sudah melesat Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per kilo.

Meri, salah satu konsumen, sudah mencari gula ke sejumlah swalayan seperti di Chandra Telukbetung, Alfamart hingga Indomaret, gula kosong. Begitu juga di sejumlah toko di pasar tradisional, gula kemasan kosong. "Ada gula curah, tapi harganya tinggi Rp14 ribu bahkan ada yang jual Rp15 ribu. Padahal sebelumnya cuma Rp11 ribu/kg," ujar pemilik jus buah itu, Selasa, 11 Februari 2020.

 Berdasar pemantauan Lampost.co, di Supermarket Chandra Tanjungkarang dan Hypermat, sudah tersedia gula pasir kemasan dengan pembatasan pembelian hanya dua bungkus atau 2 kilogram saja setiap konsumen. Sementara di Superindo dibatasi sampai empat bungkus/konsumen.

Pembatasan itu sempat ditanyakan ke kasir, mereka menyebut sudah aturan dari pengelola. Gula memang pasokannya dibatasi, katanya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari salah satu staf pabrik gula di Lampung, bahwa stok gula secara nasional memang lebih rendah dari kebutuhan nasional. Hal ini karena impor gula rafinasi ditunda lantaran kebijakan pemerintah pusat per November-Desember 2019.

  "Stok gula nasional saat ini kira 450.000 ton, sementara demandnya 470.000 ton. Kalau kami tetap produksi dan akan giling lagi pada April mendatang," ujar sumber tadi.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar