#Stunting#PKK#GiziBuruk

Lamsel Targetkan 2024 Bebas Stunting

Lamsel Targetkan 2024 Bebas <i>Stunting</i>
Ketua Tim PKK Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) Winarni Nanang Ermanto . Lampost.co/Juwantoro


Natar (Lampost.co) -- Ketua Tim PKK Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel) Winarni Nanang Ermanto menyebut wilayahnya telah meraih juara pertama dalam penanganan stunting (anak kurang gizi) di Provinsi Lampung. Ia berharap, pencapaian ini bisa dipertahankan bahkan menjadi lebih baik lagi. 

"Terima kasih atas kekompakan dan gotong royong yang dilakukan selama ini. Semoga ini menjadi amal jariyah kita semua. Mudah mudahan juga kedepannya akan muncul genari-generasi emas dari Lamsel berkat gotong royong kita semua dalam penanganan stunting saat ini, " kata Winarni di hadapan 26 kepala desa di Kecamatan Natar Lamsel, di Desa Bandarejo, Rabu, 10 Februari 2021.

Winarni mengumbau semua unsur dari tingkat kecamatan dan desa yang ada di Natar terus melakukan koordinasi  mengenai kelanjutan swasemabda gizi demi menuntaskan kasus stunting. 

"Kita dikenal paling cepat dalam penanganan stunting. Ini berkat semua tim dari kecamatan dan desa bergotong royong melakukan swasemabda gizi dan ini harus ditingkatkan. Kita harus menang di tingkat nasional," jelas dia. 

Pemkab Lamsel, kata Winarni, menyasar pembangunan bukan hanya dari segi insfastruktur fisik yang bersifat jangka pendek, akan tetapi juga pembangunan jangka panjang berupa peningkatan mutu sumberdaya manusia (SDM).

"Gunakan dana desa dalam hal pembentukan sumberdaya manusia demi terciptanya generasi yang cemerlang. Dana desa bukan untuk pembanguan fisik saja, tetapi ada lima fungsi termasuk penanganan stunting untuk mencapai SDM yang hebat. Kita bertekad di 2024 Lamsel bebas dari stunting," tegasnya.

Camat Natar, Eko Irwan, mengatakan, bergotong royong dalam penganan stunting harus terus dilakukan karena program ini terbukti menurunkan angka anak kurang gizi di wilayah tersebut.

"Melalui kegiatan gotong royong, bikin bikin daftar membuat makanan, secara bersama memberi makanan kepada yang membutuhkan adalah program yang harus terus digiatkan di Kecamatan Natar, " katanya. 

Kepala desa, kata Eko, juga harus berkomitmen dalam penanganan gizi buruk. 

"Secara bersama-sama kita harus menangani stunting ini dengan bergotong royong," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait