#PAD

Lamsel Kantongi PAD Rp116 Miliar

Lamsel Kantongi PAD Rp116 Miliar
Ilustrasi: Medcom.id


Kalianda (Lampost.co) -- Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menyatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari 10 item hingga 30 Desember 2020 telah tercapai Rp116.025.375.840 atau 90,61 % dari target Rp128.043.620.000.

"Alhamdulillah, hingga 30 Desember 2020 hampir 100% penerimaan pajak dan retribusi yang dikelola BPPRD Lampung Selatan," ujar Sekretaris BPPRD Lamsel Kaharudin Ahmadi, Rabu, 6 Januari 2021.

Menurut Kharudin, dari angka penerimaan mencapai 90,61 % pada 2020 ini merupakan capaian yang sudah baik. Artinya, kinerja BPPRD Lampung Selatan sudah maksimal.

"Kendati demikian, pada 2021 ini dengan target PAD yang telah dinaikkan menjadi Rp141 miliar. Maka, kami akan bekerja lebih ekstra lagi, agar penerimaan PAD bisa semakin baik," katanya.

Sebelumnya, Kepala BPPRD Lampung Selatan Burhanuddin menyatakan pada tahun 2021 target PAD Lamsel akan dinaikan menjadi Rp141 miliar. Sebab, pada tahun 2021 mendatang ada penambahan retribusi tower telekomunikasi sebesar Rp1,1 miliar.

"Untuk mengejar target penerimaan PAD, tentunya kami akan bekerja lebih maksimal lagi. Dengan memfungsikan semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk turun kelapangan. Sebenarnya, kami sudah kerja maksimal. Tapi, hal ini harus lebih ditekankan kepada semua petugas dan UPT guna memberikan motivasi," tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, dari 10 item pajak dan retribusi itu terdapat lima item yang PAD -nya mencapai overtarget. Untuk pajak hotel yang ditarget Rp500.000.000 terealisasi Rp545.056.662 atau 109, 01%, pajak hiburan ditarget Rp130.000.000 terealisasi Rp156.207.411 atau 143,24%, pajak penerangan jalan ditargetkan  Rp46.500.000.000 terealisasi Rp47.241.706.601 atau 101,60% dan pajak reklame targetnya Rp1,5 miliar terealisasi Rp1.600.301.519 atau 106,69%, serta pajak bea perolehan hak tanah dan bangunan (BPHTB) targetnya Rp20,950 miliar terealisasi Rp22.860.046.121 atau 109,12%.

Sementara, untuk pajak mineral bukan logam dan bantuan targetnya Rp9,5 miliar baru terealisasi Rp5.256.194 atau 55,33% dan pajak bumi bangunan (PBB) targetnya Rp41.813.620.000 terealisasi Rp32.009.972.591 atau 76,55 %.

Pajak restoran targetnya Rp4 miliar terealisasi Rp3.726.086.732 atau 93,15%,  pajak parkir ditarget Rp1,5 miliar terealisasi Rp1.278.897.620 atau 85,26 %, dan pajak air tanah targetnya Rp1,650 miliar terealisasi Rp1.320.688.386 atau 80,04%.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait