koronacovid-19

Lamsel Catat 10 Kasus Baru Covid-19 dan Dua Meninggal

Lamsel Catat 10 Kasus Baru Covid-19 dan Dua Meninggal
Ilustrasi. Medcom.id


Kalianda (Lampost.co) -- Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Lampung Selatan bertambah 10 orang dan dua diantaranya meninggal dunia pada Rabu, 13 Januari 2021. Sehingga, total kasus positif korona menjadi 478 orang.

"Penambahan 10 pasien konfirmasi baru dan dua kasus kematian itu berasal dari Kecamatan Natar dan Kalianda," ujar Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Lampung Selatan Eka Riantinawati, Rabu, 13 Januari 2021.

Menurut Eka, penambahan kasus positif Covid-19 tersebut yakni pasien nomor 469, seorang lelaki berinisial A (23), warga Desa Branti Raya, Kecamatan Natar. Pasien nomor 470, seorang perempuan berinisial K (27), warga Desa Candimas, Kecamatan Natar. Pasien nomor 471, seorang perempuan berinisial SJ (65), warga Desa Merak Batin, Kecamatan Natar.

Kemudian, Pasien nomor 472, seorang lelaki berinisial M (38), warga Desa Natar, Kecamatan Natar. Pasien nomor 473, seorang perempuan berinisial SH (26), warga Desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar. Pasien nomor 474 seorang perempuan berinisial DA (38), warga Desa Muara Putih, Kecamatan Natar dan pasien merupakan seorang tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Wilayah Kecamatan Natar.

Lalu, pasien nomor 475, seorang perempuan berinisial S (72), warga Desa Negeri Pandan, Kecamatan Kalianda. Pasien nomor 476, seorang perempuan berinisial R (81), warga Desa Pematang, Kecamatan Kalianda. Pasien nomor 477, seorang perempuan berinisial E (22), warga Desa Bumi Agung, Kecamatan Kalianda dan pasien nomor 478, seorang perempuan berinisial K (65), warga Desa Kalianda, Kecamatan Kalianda.

Untuk kasus kematian, kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan itu yakni pasien nomor 471, seorang perempuan berinisial SJ (65), warga Desa Merak Batin, Kecamatan Natar. Dimana pada 2 Januari 2021, pasien mengalami demam dan pada 4 Januari pasien berobat ke rumah.sakit swasta di Lampung Selatan.

"Lalu pada 4 Januari dilakukan pengambilan swab pertama terhadap pasien yang tengah menjalani isolasi di ruang isolasi. Pada 6 Januari pasien dinyatakan meninggal dunia. Tapi, ketika akan dimakamkan secara protokol Covid-19, keluarga menolaknya. Padahal dari hasil laboratorium 9 Januari dinyatakan terkonfirmasi positif korona," katanya.

Kemudian, pasien nomor 478, seorang perempuan berinisial K (65), warga Desa Kalianda, Kecamatan Kalianda pada 21 Desember 2020, pasien merasakan badan lemas dan nyeri ulu hati, mual, muntah, tidak nafsu makan, indra penciuman dan indra pengecap normal dan sesak nafas.

Pasien ada riwayat penyakit DM, tidak terkontrol dan hasil cek rapid reaktif. Pada 22 Desember 2020, dilakukan pengambilan swab pertama dan pasien dirawat di ruang isolasi rumah sakit pemerintah di Lampung Selatan. Hasil laboratorium pada 25 Desember 2020 dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Pada 26 Desember 2020 pasien meninggal dunia. Tapi, keluarga menolak pemulasaran jenazah secara protokol Covid-19," kata dia.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait