#Covid-19#LampungUtara

Lampura Kembali ke Zona Oranye

Lampura Kembali ke Zona Oranye
Ilustrasi: Medcom.id


Kotabumi (Lampost.co): Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Lampung Utara (Lampura) kembali ke tingkat penyebaran sedang (oranye).

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Lampura, Senin, 7 Desember 2020, warga terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 388 kasus. Setelah sebelumnya terdapat penambahan sebanyak dua kasus baru pada hari ini, menjadi 386 kasus. Dengan rincian 229 telah selesai diisolasi, 6 orang meninggal dunia.

"Tiga di antaranya masih dalam proses penelitian, sebab sampai sekarang belum keluar hasil swab test-nya," kata Sekretaris Posko Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Lampura Maya Manan, Senin, 7 Desember 2020.

Menurutnya, untuk warga yang kontak erat dengan pasien terdapat 831 orang. Terdiri atas 501 dalam pantauan (ODP) dan 330 orang selesai dipantau.

"Untuk pelaku perjalanan ada 123 orang, dengan rincian 18 orang dalam pantauan; sementara untuk mereka selesai di pantau delama 14 hari ada 105 orang," terang Maya.

Terkait dengan proses dan mekanisme pemberian vaksin digelontorkan Pemerintah, lanjutnya, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan. Untuk tahap awal, melakukan pendataan terhadap tenaga kesehatan yang ada di lingkup Dinas Kesehatan.

"Baru kemarin kami telekonferensi melalui daring dengan Kemenkes itu diperuntukkan bagi orang-orang bekerja di Dinas/Instansi yang rentan terhadap penyebaran Covid-19. Seperti sering terjun langsung ke tengah masyarakat atau pelayanan yang diperkirakan kontak dengan orang banyak. Macam Dinas Kesehatan, TNI-Polri, dan lainnya," tambah dia.

Untuk tahap awal ini, diprioritaskan terlebih dahulu kepada tenaga kesehatan (nakes). Sebab, mereka sering melakukan kontak langsung dengan masyarakat.

"Pertimbangannya, mereka sering melakukan kontak langsung. Sesuai arahan dari pusat itu diperuntukkan bagi mereka melakukan tugas khusus pelayanan langsung, dan ditengarai sering kontak  dengan masyarakat atau melibatkan banyak orang," pungkasnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait