#ham#lamtim-koresel#beritalampung

Lampung Timur dan Korsel Berkomitmen dalam Pmenuhan HAM

Lampung Timur dan Korsel Berkomitmen dalam Pmenuhan HAM
Kesepakatan pemenuhan HAM oleh Kabupaten Lampung Timur dan Korsel. (Foto:dok.Humas Pemkab Lamtim)

SUKADANA (Lampost.co)--Korea Selatan (Korsel) dan Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) berkomitmen terhadap pemenuhan HAM, Hal itu dituangkan dalam butir butir kesepakatan yang tertuang dan dibacakan bersama dalam Closing Ceremony  World Human Rights Cities Forum 2017 (WHRCF 2017) atau Forum Dunia Hak Asasi Manusia 2017 di Gwangju, Korea Selatan yang berlangsung sejak 14-17 September 2017. 
Bupati Lamtim Chusnunia Chalim dalam siaran persnya kepada Lampost.co, mengatakan salah satu kalimat Closing Ceremony bahwa Lamtim berkomitmen terhadap pemenuhan HAM.

Forum Dunia Hak Asasi Manusia itu sendiri telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2011, dan menjadi titik temu bagi pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil untuk saling berbagi dan belajar informasi serta pengalaman dalam merencanakan dan membangun kota-kota yang didedikasikan untuk Hak Asasi Manusia (HAM).

Sebagaimana diketahui bahwa turut andilnya Kabupaten Lampung Timur dalam WHRCF 2017 dikarenakan Kabupaten Lampung Timur di Indonesia telah dikenal sebagai kabupaten yang berkomitmen terhadap pemenuhan isu HAM atau Kabupaten Ramah HAM.

Dan terpilihnya Kabupaten Lampung Timur menjadi salah satu Kabupaten Ramah HAM dikarenakan telah turut mengeluarkan kebijakan terkait dengan pemajuan, penghormatan, perlindungan dan pemenuhan HAM dan bukti konkretnya adalah dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Lampung Timur Nomor 48 Tahun 2016 tentang Lampung Timur Kabupaten Ramah HAM.

"Mempertimbangkan jumlah besar pekerja migran dari Lamtim, jadi saya bergabung dalam sesi ini," kata bupati Lamtim Chusnunia Chalim dalam akun resmu Instagram miliknya @noenia_ch

WHRCF 2017 sendiri merupakan pertemuan yang ke 7 kalinya serta bertujuan untuk mengupayakan pertukaran pengalaman di antara kota-kota yang berkomitmen terhadap Hak Asasi Manusia di seluruh dunia sembari saling memperkuat aliansi global kota-kota Hak Asasi Manusia berdasarkan Prinsip-prinsip Panduan Gwangju untuk Kota Hak Asasi Manusia sejak 2011 lalu.

EDITOR

Musanif Effendi

loading...

Berita Terkait

Komentar