#perikanan#kelautan

Lampung Terus Pacu Perkembangan Potensi Kelautan dan Perikanan

( kata)
Lampung Terus Pacu Perkembangan Potensi Kelautan dan Perikanan
Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal bersama Ketua Komisi IV DPR Sudin di Kantor BKIPM Soekarno-Hatta, Campangraya, Selasa, 21 Juli 2020. Dok. ADPIM


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung terus mengembangkan kelautan dan perikanan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menambah devisa negara. Apalagi, Lampung sebagai provinsi penghasil udang nasional yang didukung lokasi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera dengan fasilitas jalan tol dan pelabuhan internasional dapat membantu distribusi hasil kelautan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto di Kantor Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Soekarno-Hatta, Campangraya, Selasa, 21 Juli 2020. Dia menyampaikan Gubernur Arinal Djunaidi juga berkomitmen tinggi untuk mewujudkan Lampung Berjaya dengan 33 janji kerja yang salah satunya program Nelayan Berjaya, yaitu mendorong tumbuhnya usaha budi daya perikanan.

"Gubernur juga berkomitmen mewujudkan integrasi nelayan dan keluarga nelayan dalam pengembangan industri pengolahan perikanan, asuransi nelayan, dan jaminan sosial bagi nelayan lansia, beasiswa bagi anak-anak nelayan berprestasi, dan SPBU nelayan di TPI dan pertambakan," kata Fahrizal.

Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terus menggiatkan restocking ikan-ikan endemik di sungai-sungai dan embung, seperti jelabat, baung, dan belida. Diharapkan melalui kegiatan ini tidak hanya meningkatkan produksi ikan air tawar tetapi juga mempertahankan jenis-jenis ikan endemik Lampung agar tidak punah.

"Langkah ini juga sebagai upaya nyata dalam mendukung ketahanan pangan nasional," ujarnya.

Ketua Komisi IV DPR Sudin menyampaikan cara meningkatkan nilai ekspor bagi Lampung terutama ekspor udang harus dilakukan tanpa merusak lingkungan. Sebagaimana yang ia dengar dari Kepala BKIPM Lampung meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19 tidak terlalu berpengaruh terhadap ekspor perikanan Lampung di mana volume ekspor semester pertama 2020 naik 18% dibandingkan semester pertama 2019 dengan kenaikan 1,7%. 

"Oleh sebab itu, saya berharap dengan meningkatnya nilai ekspor ini lebih meningkatkan mutu ekspor yang dimiliki,” kata Sudin.

Sementara itu, Kepala BKIPM Rina menympaikan sampai saat ini produk perikanan Indonesia sudah diekspor ke 158 negara dan ekspor udang terbesar di Indonesia masih di Lampung. “Khusus Lampung kami memberikan 2.400 paket dengan satu paket berisi 2 kg sampai 3 kg ikan. Hari ini 2.000 paket akan kami bagikan langsung kepada masyarakat,” katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait