koronawabahkoronacoronavirus

Lampung Tambah Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19

Lampung Tambah Kapasitas Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana. Lampost/Triyadi Isworo


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung menambah tempat tidur, dan ruang isolasi untuk menampung pasien terkonfirmasi covid-19 di Bumi Ruwai Jurai yang kian bertambah.

Berdasarkan update situasi covid-19 Lampung hingga Rabu, 25 November 2020, kasus konfirmasi positif covid-19 ada 3.333 kasus, dengan rincian 84 kasus baru dan 3.249 kasus lama. Kemudian kasus suspek ada 198 kasus dengan rincian 14 kasus baru dan 184 kasus lama. Kemudian untuk pasien selesai isolasi ada 1.930 kasus dan konfirmasi kematian 161 kasus.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, bahwa kasus covid-19 masih tinggi. Oleh sebab itu semua pihak harus bisa menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara ketat seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun atau handsinitizer serta tidak berkerumun.

"RSUD Abdul Moeloek sekarang sudah 100an tempat tidur, kemudian sampai ruang isolasi 7 tingkatan. Tahapan yang paling berat mulai dari isolasi 1,2,3,4,5,6 dan 7. Kemudian untuk Bandar Negara Husada siap 20 tempat tidur, kalau kurang bisa tambah lagi. Disana ada 100 tempat tidur," kata Reihana.

Sesuai data jumlah tempat tidur dan pasien di rumah sakit rujukan covid-19 Provinsi Lampung pertanggal 24 November 2020. Khusus untuk RSUDAM jumlah tempar tidur terpakai 89,80% atau dari jumlah bed 98 yang ada, 88 bed terisi pasien dan 10 sisa bed yang masih kosong. Sementara di RSUD Bandar Negara Husada jumlah tempat tidur yang terpakai 30% atau dari jumlah bed 20 yang ada, 6 bed terisi pasien dan 14 sisa bed yang masih kosong.

Ia mengingatkan seluruh Kabupaten/Kota terutama Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Pesawaran yang masuk dalam zona merah jangan berhenti dalam meningkatkan disiplin protokol kesehatan. Kabupaten/Kota juga harus melakukan pembentukan tim crisis dilingkungan perkantoran (ASN), pembatasan mobilitas (sosial distancing) pergerakan, pembatasan izin keramaian dan pengawasan ketat di pintu masuk.

"Kabupaten/Kota juga menyiapkan sarana isolasi dan karantina (orang yang belum keluar hasil swab), pemantauan ketat orang yang sedang isolasi dan karantina agar tidak melakukan mobilitas keluar sarana isolasi/karantina," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung ini.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait