#Lampung#JTTS#SumateraSelatan

Lampung-Sumatera Selatan Terhubung Tol pada 2018

Lampung-Sumatera Selatan Terhubung Tol pada 2018
Pekerja mengerjakan pembangunan jalan tol trans-Sumatera, Sabahbalau, Lampung Selatan, Jumat (6/10/2017). LAMPUNG POST/IKHSAN DWI NUR SATRIO

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Menteri  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menegaskan proyek jalan tol trans-Sumatera dari Bakauheni, Lampung, hingga Palembang, Sumatera Selatan, akan tersambung pada pertengahan 2018.
Rini mengatakan jalan tol trans Sumatera (JTTS) dikerjakan oleh BUMN yakni Hutama Karya bersama BUMN-BUMN yang lain. Tol di trans-Sumatera itu rencananya diperpanjang hingga Banda Aceh dengan total jalan sejauh 2.700 km. Namun, rencana tersebut masih dikalkulasi dengan matang karena terkait ketersediaan dana. "Hutama Karya didukung karya-karya yang lain. Bakauheni—Palembang Agustus 2018 bisa dilalui," kata dia dalam bincang-bincang santai di Plaza Mandiri Jakarta, Kamis (5/10/2017).
Dia mengungkapkan JTTS dikerjakan BUMN karena tidak ada minat dari swasta meski sudah ditender hingga tiga kali. Akhirnya, BUMN yang ditugaskan untuk membangun trans-Sumatera. "Tol trans-Sumatera itu sudah ditender tiga kali dan tidak ada yang mau ambil, karena secara kalkulasi 2015 dianggap IRR-nya tidak cukup," ujar Rini.
Selain JTTS, proyek jalan tol trans-Jawa dari Merak, Banten, hingga Probolinggo, Jawa Timur, juga akan tersambung pada pertengahan 2018. Jalan tol yang akan tersambung tersebut sepanjang 1.270 km. Bahkan, Rini berjanji akan menjajal trans-Jawa tersebut dengan mengendarai mobilnya sendiri. "Tentu, kami harapkan melancarkan aktivitas ekonomi, baik untuk pengiriman barang maupun orang agar dapat berlalu lintas dengan mudah dan cepat," kata dia.
Rini menyebut masifnya pemerintah melalui BUMN melakukan pembangunan jalan tol merupakan upaya untuk mengejar ketertinggalan dari sisi infrastruktur. Hal itu terlihat dari tiga tahun masa kepemimpinan Jokowi-JK, jalan tol sudah terbangun hingga 560 km.
Pencapaian tiga tahun itu, lanjut Menteri, melampaui pembangunan jalan tol selama 10 tahun sebelumnya, yakni dari 2004—2014. Dalam 10 tahun sebelumnya, jalan tol yang dibangun baru mencapai 360 km. 

EDITOR

Vera Aglisa/Media Indonesia

loading...

Komentar