dinassosial

Lampung Salurkan Rp5,7 Triliun Jaring Pengaman Sosial Kemensos

Lampung Salurkan Rp5,7 Triliun Jaring Pengaman Sosial Kemensos
Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi saat memberikan bantuan kepada mahasiswi. (Dok. Dinsos)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung mendapatkan alokasi anggaran bantuan sosial sebesar Rp5,7 triliun untuk jaring pengaman sosial tahun 2020. Anggaran tersebut dalam bentuk transfer kepada Rumah Tangga Miskin dan Rentan Terhadap Covid-19 tahun 2020. 

Di bawah arahan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim, program tersebut sudah tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ke depan pihaknya akan terus mengoptimalkan kerja-kerjanya untuk masyarakat dan menyukseskan program-program dari Kementerian Sosial RI. Bantuan-bantuan sosial yang ada sangat dibutuhkan oleh masyarakat. 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan berkenaan dengan Program Jaring Pengaman Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diperuntukan bagi Rumah Tangga Miskin dan Rentan Terhadap Covid-19. Alokasi anggaran bansos yang ditransfer sebesar Rp5,7 trilliun. 

"Iya ada total anggaran sebesar Rp5,7 triliun dalam bentuk transfer," kata Aswarodi, Selasa, 29 Desember 2020. 

Adapun rincian program tersebut yakni pertama, Program Keluarga Harapan (PKH) dengan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 464.120 kepala keluarga (KK) total anggarannya Rp2.227.776.000.000. Kedua, Program Sembako untuk 812.204 KPM dengan total anggaran Rp1.949.289.600.000. 

Ketiga, Program Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk 330.685 KPM dengan total anggaran Rp1.388.765.400.000. Keempat, Program Beras PKH untuk 464.120 KK dengan total anggaran Rp208.854.000.000. Kelima, Rehabilitasi Sosial dengan total Rp12.677.370.000. 

Kemudian ia mengatakan berdasarkan SIKS-NG online DTKS Pusdatin Kemensos RI, jumlah masyarakat miskin yang ada di Provinsi Lampung berjumlah 994.303 rumah tangga miskin (RUTA) dan yang belum mendapatkan Program Sembako sebanyak 182.099 RUTA.

Pemerintah Provinsi Lampung masih memerlukan penambahan kuota program nasional (sembako, BST, dan PKH) dan program reguler (bidang penanganan fakir miskin, bidang perlindungan dan jaminan sosial, bidang rehabilitasi sosial dan bidang pemberdayaan sosial) yang dialokasikan oleh Kementerian Sosial RI untuk tahun 2021. 

"Kita juga bersurat kepada Kemensos melalui Sekjen Kemensos agar kiranya dapat mengakomodir penambahan kuota. Kita ajukan tambahan 182.099 RUTA lagi. Harapannya bisa direalisasikan oleh pusat," katanya. 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait