mesujilampungpost

Lampung Post Jadi Bagian dari Sejarah Pemekaran Mesuji

Lampung Post Jadi Bagian dari Sejarah Pemekaran Mesuji
Para tokoh pemekaran Kabupaten Mesuji berkumpul membahas upaya pemekaran Mesuji dulu menjalang HUT Mesuji. Nas


MESUJI (Lampost.co) -- Surat Kabar Harian Lampung Post tidak lepas dari sejarah terbentuknya Kabupaten Mesuji. Hal itu disampaikan Sekretaris Panitia Persiapan Pemekaran Kabupatb Mesuji (P3KM), Agus Salim Harahap dalam acara refleksi 12 tahun Mesuji yang dilaksanakan di Kafe Legen's, Kecamatan Tanjung Raya, Mesuji, Rabu 25 November 2020.

. "Koran Lampung Post waktu itu membangun opini-opini. Salah satunya berita dengan judul 'Gara-gara dianak tirikan Mesuji ingin memisahkan diri Tulang Bawang'. Kami lupa kapan terbitnya, namun geger pada waktu itu gara-gara berita," cerita Agus Salim.

Tanpa media, lanjut Agus, upaya pemisahan Mesuji tidak akan mencuat atau geger hingga akhirnya dapat tanggapan dari masyarakat dan perhatian dari pemerintah Tulang Bawang pada waktu itu. 

"6 Desember 2004, beberapa tokoh Mesuji, Alm Ismail Ishak, Iwan Janata, Bagindo Erwin, Winarna, menghadap bupati tuba menindak lanjuti berita Lampost. Kami sampaikan niatan pemekaran yang respon baik bupati Tulang Bawang waktu itu, Abdurachman Sarbini. Dan jasa beliau sangat besar atas pemekaran Mesuji," imbuhnya. 

Cerita pilu semasa upaya pemekaran Mesuji juga diceritakan Iwan Janata. Menurutnya, upaya pemekaran Mesuji, tim hanya bermodalkan tekad semata. 

"Dulu, kita hanya punya semangat, uang kita tidak ada. Tidak ada hotel atau kendaraan yang mewah. Perjuangan pada waktu itu sangatlah perih," tuturnya. 

Disisi lain, Bupati Mesuji Saply TH yang diwakili oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan Mesuji, Nawawi Marni, menjelaskan jika dengan diselenggarakannya acara ini bisa menjadi koreksi bagi pemerintah.

"Dengan acara ini diharapkan ada koreksi kepada pemerintah. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah akui ada sisi lemah yang tidak bisa berjalan jika tidak ada dukungan dari LSM wartawan tokoh masyarakat. Kami ingin adanya silaturahmi yang bisa satu sama lain bisa berkomunikasi," terang Nawawi. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait