#beritalampung#beritabandarlampung#pmi#tki

Lampung Peringkat 4 Jumlah Pengiriman PMI ke Luar Negeri

Lampung Peringkat 4 Jumlah Pengiriman PMI ke Luar Negeri
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Lampung mendata ada 252 pekerja migran yang diberangkatkan ke berbagai negara di dunia.

Kepala BP3MI Lampung, Ahmad Salabi mengatakan angka itu meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya menyentuh angka 175 orang. Angka itu menjadikan Lampung menduduki peringkat ke-4, dalam pengiriman PMI terbanyak se-Indonesia pada tahun berjalan 2022.

"Iya benar Lampung itu ada di posisi 4, angkanya selalu berdekatan dengan provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Karena setiap tahun meningkat, kami terus melakukan pengawasan lebih agar semua PMI yang berangkat itu prosedural," katanya saat dihubungi Lampost.co, Selasa, 4 Oktober 2022.

Baca juga: Membangkitkan Kejayaan Kopi Lampung Dimulai dari Petani dan Pelaku Usaha Kopi

Salabi mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi-sosialisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial mengenai pemberangkatan PMI secara prosedural. 

"Kami konsisten untuk memberikan dukungan dan sosialisasi kepada masyarakat, kami juga ada mobile service dan melaksanakan kerjasama dengan beberapa kantor-kantor desa yang kira-kira banyak pekerja migran, seperti Lampung Timur," katanya. 

Selain itu, BP3MI juga terus bersinergi dengan Polda Lampung dalam hal pengawasan jalur-jalur yang rawan menjadi lokasi pemberangkatan PMI ilegal. Salah satu yang telah dilakukan yakni menggagalkan pemberangkatan PMI Lampung ilegal yang hendak berangkat dari Jawa Timur. 

"Beberapa kali berkolaborasi dalam rangka pencegahan warga negara yang akan bekerja ke luar negeri, waktu itu melalui Ponorogo, Jawa Timur. Ada 9 orang yang berhasil diselamatkan, setelah itu ada 2 orang ditetapkan tersangka bahkan sudah ada sidang putusannya," ujar Ahmad. Salabi.

Saat ini, banyak oknum sindikat pengiriman nonprosedural PMI yang menjadikan peluang kerja ke luar negeri sebagai ladang bisnis. Until itu, Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya begitu saja pada lowongan kerja luar negeri yang beredar.

“Saat ini banyak sekali calo yang mencoba untuk menipu para pencari kerja ke luar negeri. Modusnya tetap satu, yaitu mengiming-imingi kerja cepat tanpa dokumen dan tanpa prosedur yang ditetapkan pemerintah, sehingga merugikan si pekerja itu sendiri,” katanya. 

Untuk menghindari hal itu, Salabi mengimbau agar masyarakat melakukan double checking jika mendapat informasi lowongan pekerja di luar negeri. Masyarakat dapat ke kantor BP3MI Lampung atau ke Dinas Tenaga Kerja untuk memverifikasi lowongan tersebut. 

"Jangan sampai termakan bujuk rayu dari oknum yang ingin memanfaatkan niat mulia kita bekerja ke luar negeri. Pastikan berangkat kerja ke luar negeri secara prosedural agar aman dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan," katanya. 

EDITOR

Adi Sunaryo


loading...



Komentar


Berita Terkait