#BENCANAALAM#BERITALAMPUNG

Lampung Pastikan Stok Penyangga Bencana Aman

Lampung Pastikan Stok Penyangga Bencana Aman
Ilustrasi : Petugas menyiapkan stok penyangga bencana -- Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung memastikan stok penyangga(buffer stock) untuk menghadapi potensi bencana di Lampung dalam kondisi aman dan siap sedia bila diperlukan. Adapun logistik tersebut terdiri dari pangan meliputi makanan pokok, lauk-pauk, air bersih, bahan makanan, pokok tambahan seperti mie, susu, kopi, teh, dan sebagainya.

Selanjutnya papan meliputi tenda gulung, tikar, matras dan lain sebagainya. Kemudian, logistik lainnya seperti obat dan alat kesehatan habis pakai, kantong mayat, peralatan dapur keluarga dan lain sebagainya.

Lalu sandang meliputi perlengkapan pribadi berupa baju, kaos dan celana anak-anak sampai dewasa lakilaki dan perempuan, sarung, kain batik panjang, kantong tidur (sleeping bag), handuk, selimut, daster, perlengkapan ibadah, perangkat lengkap pakaian dalam, dan lainnya. 

Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Aswarodi, mengatakan bahwa pihaknya membentuk tim terpadu penanggulangan bencana. Jadi, ketika terjadinya bencana tim yang terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, TNI/POLRI, Satpol PP dan relawan lainnya. Dinas Sosial siap membuka dapur umum dan stok penyangga untuk menghadapi potensi bencana di Lampung.

"Ada tiga fase dalam bencana, yakni prabencana, saat bencana, dan pascabencana. Kami menyiapkan buffer stock, logistik, dan sebagainya untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Jadi, ketika ada bencana kami sudah siap. Bila skala bencananya kecil bisa diselesaikan oleh kabupaten/kota, bila besar maka provinsi akan turun membantu," kata Aswarodi di Kantor Gubernur Lampung, Kamis, 15 April 2021.

Ia melanjutkan untuk buffer stock sebagian sudah didistribusikan ke gudang-gudang di 15 kabupaten/kota sehingga bila terjadi bencana bisa cepat ditangani. Stok penyangga terdiri dari makanan siap saji, beras, ragam kelengkapan seperti matras, selimut, alat dapur, tempat tidur, dan beberapa barang lainnya yang dibutuhkan saat bencana alam terjadi.

"Dari total buffer stock yang ada, 60% sudah kami distribusikan kepada kabupaten/kota dan sisanya 40% ada di gudang Dinsos Lampung," ujarnya.

Aswarodi menambahkan untuk pendistribusian ke tiap kabupaten/kota kapasitasnya berbeda-beda. Seperti di Lampung Selatan dan Lampung Timur, stoknya lebih besar ketimbang daerah lainnya seperti Metro yang potensi bencananya minim. Apabila buffer stock di kabupaten/kota habis maka silahkan mengajukan kembali kepada Provinsi Lampung. Begitu juga bila stok di Provinsi habis, maka mengajukan kembali kepada pusat. 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait