#ERADIGITAL#TEKNOLOGI#KESEHATAN

Lampung Mulai Terapkan Rekam Medis Elektronik

Lampung Mulai Terapkan Rekam Medis Elektronik
Ilustrasi. Dok. MI


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung sudah memulai mengimplementasikan Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis Elektronik.

Anggota Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Lampung, dr Boy Zaghlul Zaini mengatakan, di era digitalisasi saat ini semua berubah ke sistem elektronik termasuk dunia kesehatan.

"Semua sekarang tercatat di dalam sistem, yang biasanya dahulu tulis di kertas sekarang harus direkam dalam komputer, mulai dari pendaftaran sampai pasien pulang," kata dia, Senin, 12 September 2022.

Dengan penerapan sistem tersebut, semua kegiatan bisa lebih cepat. Namun untuk menerapkan itu dibutuhkan SDM ahli dan perangkat yang mendukung, agar fungsi yang diinginkan dapat terlaksana dengan baik.

"Ini butuh proses tidak segampang teorinya. Sekarang lagi dibahas dari IDI, organisasi faskes, rumah sakit dan lainnya bagaimana ke depannya bergerak ke arah sana. Kita perlu peralatan dan tenaga yang selama ini tidak ada dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit," kata Boy.

Menurutnya rekam medis elektronik sudah mulai diterapkan oleh fasilitas kesehatan di Provinsi Lampung, meskipun belum berjalan maksimal beberapa sudah ada rekam medisnya.

Dia menuturkan, tantangan ke depannya ialah harus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Berbagai aktivitas dilakukan secara sistematis harus sudah mulai berjalan dan dilakukan.

Sementara itu Wakil Direktur Umum dan PSDM RS Urip Sumoharjo, Selamet Sukarno menyampaikan, bahwa rekam medis elektronik sudah mulai berjalan meskipun belum optimal. Dibutuhkan kerjasama dari semua pihak untuk menjalankan amanat Kemenkes tersebut.

"Saat ini masih dalam proses penyempurnaan dan menuju ke arah sana juga (rekam medis elektronik). Kami tetap komitmen akan kembangkan terutama tantangan dari SDM yang mempuni, butuh perangkat keras," kata dia.

"Alhamdulillah proses resep sekitar 30 persen sudah menggunakan elektronik, jadi dokter menulis dari ruangan dan pihak farmasi sudah menerima itu secara elektronik," ujar dia.

EDITOR

Deni Zulniyadi


loading...



Komentar


Berita Terkait