lobster

Lampung Masuk WPPNRI 572, Kuota Lobster Capai 18,53 Juta Ekor

( kata)
Lampung Masuk WPPNRI 572, Kuota Lobster Capai 18,53 Juta Ekor
Foto. Dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mengeluarkan Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap nomor 51/KEP-DJPT/2020 tentang Kuota Penangkapan benih benih lobster (Puerulus) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang berlaku mulai 15 Mei 2020.

Provinsi Lampung masuk di dalam wilayah WPPNRI 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatra dan Selat Sunda. Secara keseluruhan di Pesisir Barat Sumatera sepanjang Provinsi Lampung sampai Aceh ditarget 18.537.500 ekor benih bening lobster oleh Kementerian.

Baca juga: Lampung Miliki Potensi Besar Jadi Lumbung Lobster Indonesia

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Sutaryono mengatakan, bahwa untuk data potensi yang mengeluarkannya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Di Lampung potensi lobster berada di Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Pesisir Barat. Ia mengatakan untuk lobster baru mau dikelola secara berkelanjutan.

"Data potensi itu yang mengeluarkan dari Kementerian KP RI oleh tim ahli. Di Lampung yang berpotensi benih lobster ada di WPPNRI 572, meliputi Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus dan Pesisir Barat," katanya kepada Lampung Post, Kamis, 9 Juli 2020.

Keputusan Dirjen ini diterbitkan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Dalam lampiran keputusan dirjen tersebut, ditetapkan kuota penangkapan Benih bening lobster di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) sebanyak 139.475.000 ekor. Adapun, setiap wilayah mendapatkan kuota yang berbeda-beda.

Di WPPNRI 571 yakni meliputi perairan Selat Malaka dan Laut Andaman, kuota yang ditetapkan sebanyak 8.412.500 ekor benih bening lobster. Kemudian di WPPNRI 572 meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Barat Sumatra dan Selat Sunda sebanyak 18.537.500 ekor benih bening lobster. Selanjutnya di WPPNRI 573 yakni meliputi perairan Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa hingga sebelah Selatan Nusa Tenggara, Laut Sawu, dan Laut Timor bagian Barat, kuota yang ditetapkan sebanyak 12.125.000 ekor benih bening lobster.

Kemudian di WPPNRI 711 meliputi perairan Selat Karimata, Laut Natuna, dan Laut China Selatan sebanyak 17.762.500 ekor benih bening lobster. Selanjutnya di WPPNRI 712 meliputi perairan Laut Jawa sebanyak 12.362.500 ekor benih bening lobster. Lalu di WPPNRI 713 meliputi perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali sebanyak 11.587.500 ekor benih bening lobster. Serta untuk WPPNRI 714 meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda sebanyak 9.050.000 ekor benih bening lobster.

Selanjutnya WPPNRI 715 meliputi perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau sebanyak 10.575.000 ekor benih bening lobster. Kemudian WPPNRI 716 meliputi perairan Laut Sulawesi dan sebelah utara Pulau Halmahera sebanyak 11.175.000 ekor benih bening lobster. WPPNRI 717 meliputi perairan Teluk Cenderawasih dan Samudera Pasifik sebanyak 13.050.000 ekor benih bening lobster. WPPNRI 718 meliputi perairan Laut Aru, Laut Arafuru, dan Laut Timor bagian Timur sebanyak 14.837.500 ekor benih bening lobster.

Sebelumya sesuai dengan Keputusan Menteri Nomor: 50/KEPMEN-KP/2018 tentang Estimasi Potensi, JTB dan Tingkat Pemanfaatan SDI di WPPNRI. Khusus di WPPNRI 572 untuk potensi ikan palagis kecil 527.029, ikan palagis besar 276.755, ikan demersal 362.005, ikan karang 4.057, udang panaeid 8.023, lobster 1.483, kepiting 9.543, rajungan 989 dan cumi-cumi 14.579.

Kemudian kuota daerah sumber daya ikan (SDI) untuk jenis lobster di Lampung sebesar 164 ton. Sementara peluang daerah untuk jenis lobster sebesar 74 ton. Mayoritas habitatnya berada dibawah 0-12 mil. Kuota merupakan angka yang dihasilkan berdasarkan perhitungan kuota dengan 3 (tiga) prinsip dasar dan pertimbangan dalam pemberian kuota SDI. 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait