#tajuklampungpost#Lumbung-Ternak-Nasional#peternakan-Lampung

Lampung Lumbung Ternak

( kata)
Lampung Lumbung Ternak
Ilustrasi - Medcom.id.

SELAIN pertanian, Lampung juga ingin mewujudkan sebagai Lumbung Ternak Nasional. Secara khusus, secara nasional peternakan di Lampung juga termasuk prospektif.

Lampung memiliki potensi sumber daya alam (SDA) cukup besar dan melimpah di sektor pertanian dan peternakan. Hal ini diyakini akan menjadikan Lampung sebagai lokomotif di bidang pertanian dan peternakan di Indonesia.

Seluruh wilayah di Provinsi Lampung bisa menjadi lokasi peternakan, baik unggas, kambing, kerbau maupun sapi karena didukung lahan serta tumbuhan hijauan untuk pakan.

Maka, target Provinsi Lampung menjadi lumbung ternak nasional bukan isapan jempol semata. Berdasar pada data BPS, subsektor peternakan memiliki prospek cerah, target itu diperkuat dengan nilai tukar petani (NTP) untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) yang selalu positif dan meningkat.

Peternakan di Lampung diharapkan dapat mandiri dan mengejar berbagai target mewujudkan Lampung sebagai lokomotif pertanian, termasuk menjadikan Lampung sebagai lumbung ternak Indonesia.

Hingga kini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung juga terus memaksimalkan bantuan sapi sebanyak 1.000 ekor yang diberikan Pemerintah Pusat. Bantuan ini harus dimaksimalkan karena Lampung dipercaya memiliki potensi untuk mengembangkannya, terlebih Lampung memiliki terobosan teknologi pengolahan pakan ternak dengan memanfaatkan limbah batang singkong.

Lampung merupakan salah satu provinsi penyuplai ternak sapi untuk Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi dan Jawa Barat, hingga Aceh. Terdapat dua belas perusahaan penggemukan sapi potong dengan kapasitas kandang 117.700 ekor.

Berbagai program yang dijalankan pemerintah sangat mendorong peningkatan sektor peternakan, baik telur unggas maupun daging unggas dan hewan lainnya seperti sapi dan kambing. Untuk terus mendorong hal tersebut, maka mesti ada model kerja sama yang tepat. Khusus sapi, model kemitraan pembiakan sapi brahman cross mesti saling menguntungkan.

Pola kerja sama kemitraan adalah bentuk kerja sama yang tepat. Sebab, dengan demikian pengusaha besar mendukung yang kecil. Begitu sebaliknya.

Berdasar pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, populasi ternak sapi perah di Lampung pada 2018 sebanyak 763 ekor dan pada 2019 sebanyak 816 ekor. Sedangkan populasi ternak sapi potong pada 2018 pada 2018, yakni 827.217 ekor dan pada 2019 sebanyak 819.571 ekor.

Lampung makin menarik bagi investor karena ternak dan ketersediaan pakan tersedia dengan baik di wilayah Lampung. Pangan sapi sangat menarik bagi investor karena sapi produksi Lampung bisa dikategorikan sapi sehat.

Maka, semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat mesti bersinergi dengan baik untuk mendorong investasi khususnya kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Investasi tersebut mesti bisa menyebar ke seluruh wilayah Lampung. Hal itu demi mendorong terjadi peningkatan di sektor peternakan. Selain itu, mendorong peningkatan investasi dalam negeri segala jenis usaha dan menjadi motor penggerak perekonomian.

Investasi ini juga diharapkan mampu menyerap tenaga kerja, memiliki nilai tambah, transfer teknologi, mampu menciptakan substitusi impor di bidang peternakan. Hubungan kemitraan saling menguntungkan antara masyarakat dan investor ini mesti terus dirawat.

Lampung sebagai lumbung ternak nasional harus terus digenjot. Semua upaya itu juga diharapkan berdampak kepada peternak secara khusus untuk pendapatan asli daerah (PAD) Lampung yang defisit. Sebagaimana sektor pertanian yang diakui secara nasional, maka sektor peternakan pun diharapkan menjadi salah satu andalan Lampung ke depan.

 

EDITOR

Bambang Pamungkas

loading...

Berita Terkait

Komentar