#nelayanlampung

Lampung Jadi Percontohan Frekuensi Radio HF untuk Komunikasi Nelayan

Lampung Jadi Percontohan Frekuensi Radio HF untuk Komunikasi Nelayan
Nelayan Lampung. Dok Lampost


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung menjadi daerah sebagai uji coba dan percontohan penggunaan frekuensi radio HF. Gelombang itu untuk memberikan kemudahan bagi nelayan dalam berkomunikasi. 

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Lampung, Ganjar Jationo, mengatakan secara geografis sebagian besar wilayah Lampung memiliki topografi luas laut 16.625 km persegi dan panjang garis pantai 1.105 km. Kawasan itu memiliki masyarakat nelayan 28.540 orang berdasarkan data statistik 2020.

"Sektor nelayan salah satu penunjang perekonomian masyarakat daerah pesisir pantai. Dalam menjalankan aktivitas di laut sangat disadari nelayan berhadapan resiko tinggi," ujar Ganjar Jationo, Kamis, 13 Juli 2022. 

Sehingga, nelayan sangat membutuhkan alat komunikasi agar dapat menyampaikan informasi yang berkaitan dengan situasi dan kondisi selama bekerja di tengah laut.

"Jadi baik dalam situasi marabahaya ataupun komunikasi dengan unsur nelayan lain seperti antarkapal nelayan, keluarga atau di pelabuhan bisa terintegrasi dan memberikan kemudahan serta akses yang bagus," ujar dia.

Adapun sebanyak 50 nelayan yang berasal dari sejumlah daerah di Lampung menjadi peserta bimbingan teknis penggunaaan frekuensi radio tersebut. "Harapannya ini bisa menyebar ke seluruh nelayan yang ada di Lampung," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Kominfo, Dwi Handoko, mengatakan Kominfo sebagai administrator frekuensi di Indonesia banyak menerima pengaduan dari masyarakat frekuensi internasional. 

"Misalnya dari Amerika, Jepang, dan Australia, yang melaporkan adanya pesawat melintas di atas Indonesia ada yang terganggu. Setelah diselidiki sebagian memang sumbernya berasal dari nelayan," ujarnya.

Sehingga, pihaknya melakukan berbagai upaya tetapi masih berupa kegiatan sosialisasi agar tidak menggunakan frekuensi yang bukan peruntukannya. Namun, memang belum ada frekuensi khusus untuk nelayan. 

"Jadi sekarang kami coba untuk memfasilitasi dengan memberikan frekuensi khusus nelayan agar bisa berkomunikasi," ungkapnya.

 

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait