#BERITALAMPUNG#PEKERJAMIGRAN#TKI

Lampung Jadi Daerah Terbesar Pengiriman Pekerja Migran

Lampung Jadi Daerah Terbesar Pengiriman Pekerja Migran
Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani saat sosialisasi Undang – Undang No.18 Tahun 2017 di Balai Keratun Lantai III Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 23 Maret 2021. Lampost/Triyadi Isworo.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Provinsi Lampung menjadi daerah yang terbesar asal pengiriman pekerja migran. Sedikitnya, ada 177 ribu warga Lampung yang tercatat menjadi pekerja migran. 

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengatakan perlu ada sinergi dan kolaborasi antara pusat dan daerah untuk penempatan yang baik, migrasi aman, peningkatan kapasitas calon pekerja migran yang terampil dibidangnya.

"PMI ini harga diri negara, di negara manapun  mereka bekerja," kata Benny usai sosialisasi Undang – Undang No.18 Tahun 2017 di Balai Keratun Lantai III Kantor Gubernur Lampung, Selasa, 23 Maret 2021.


Ia mengajak semua pihak untuk berkomitmen memberantas mafia kejahatan pekerja migran. Persoalan human trafficking atau perdagangan manusia dan kekerasan terhadap warga Indonesia di negara orang menjadi sorotan banyak pihak. Benny juga menjelaskan pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) dan telah berjalan maksimal melakukan penindakan dan penyelamatan sekitar 613 pekerja migran yang hampir menjadi korban penempatan ilegal. Kemudian pihaknya mendorong TNI/POLRI untuk bekerja secara hukum dan menjebloskan kedala penjara bagi pelaku kejahatan tersebut.


"Bisa dibayangkan, keuntungan pengusaha atau bandar untuk satu pekerja migran yang diberangkatkan sebesar Rp20 juta. Biasanya Rp10 juta diambil keuntungan bandar dan Rp10 juta dibagi-bagi kepada atributif atau otoritas kekuasaan," ujarnya.


Oleh sebab itu, perlu komitmen bersama untuk melindungi segenap masyarakat Indonesia termasud pekerja migran, karena tidak boleh satupun anak bangsa yang menjadi korban. Ia juga membenarkan bila ada oknum petugas yang bermain sindikat ini. Ia menyampaikan bahwa semua pihak bersama-sama mengungkap persoalan tersebut dan memberikan sanksi tegasnya.


"Sudah jelas ada oknum. Ada oknum yang terlibat dari hulu ketika pemalsuan dokumen dan dibandara diloloskan padahal tidak memenuhi syarat untuk berangkat dengan visanya. Sindikat kejahatan ini ada dimana-mana. Maka perlu komitmen semua pimpinan dari pusat sampai daerah untuk memberi efek jera bagi oknum ini," katanya. 


 

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait