#pemprovlampung#arinal-nunik#beritalampung

Lampung Diguyur Rp29 Triliun, Pemda Diminta Langsung Proses Penyerapan Anggaran 2022

Lampung Diguyur Rp29 Triliun, Pemda Diminta Langsung Proses Penyerapan Anggaran 2022
Plt Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Lampung, Ade Rohman. Lampost.co/Atika


Bandar Lampung (Lampost.co) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPb) Lampung, Ade Rohman, mengimbau Pemerintah Provinsi Lampung langsung memproses penyerapan anggaran 2022.

"Saat keluar dalam pelaksanaan anggaran 2022 bisa dilakukan percepatan proses pengadaan barang dan jasa atau lelang. Sehingga penandatanganan kontrak dapat dilakukan segera setelah penerimaan DIPA dan tidak perlu menunggu Januari 2022," ujar Ade saat penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA), transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dan rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menghadapi Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di Novotel Bandar Lampung, Rabu, 1 Desember 2021.

Ia mengharapkan pada 2022 kinerja pelaksanaan anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah dapat ditingkatkan dan menjadi semakin berkualitas sesuai dengan capaian dan yang ditetapkan.

Dia melanjutkan, anggaran belanja di Lampung dialokasikan sebesar Rp29,43 triliun. Nilai itu dibagi kepada K/L sebesar Rp8,36 triliun dan dana transfer daerah Rp21,07 triliun. Penyerahan DIPA 2022 itu diserahkan kepada 10 kepala satuan kerja dan 15 kepala daerah di Provinsi Lampung.

"28,40 persen yang dialokasikan kepada K/L terdiri dari 468 satuan kerja dan disalurkan 4 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) lingkup Kanwil DJPb Lampung," katanya.

Sedangkan alokasi transfer ke daerah sebesar Rp21,07 triliun terdiri dari dana bagi hasil (DBH) sebesar Rp670,9 miliar, dana alokasi umum Rp12,02 triliun, dana alokasi khusus fisik Rp1,92 triliun, dana alokasi khusus nonfisik Rp4,09 triliun, dana insentif daerah Rp43,97 miliar, dan dana desa Rp2,32 triliun.

Dia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2022 berada pada 4,7 sampai 5,5 persen. "Meski proyeksi perekonomian domestik membaik tetap harus waspada, karena risiko ketidakpastian masih tinggi dan keberhasilan dalam mengendalikan pandemi akan menjadi faktor penting dalam menentukan akselerasi pemulihan ekonomi 2022," ujar dia.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait