UMKMproduklokal

Lampung Clothing Movement, Wadah UMKM Kenalkan Produk Lokal

( kata)
Lampung Clothing Movement, Wadah UMKM Kenalkan Produk Lokal
dok


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Sebagai upaya memberikan wadah bagi anak muda melebarkan sayap bisnis di industri pakaian, Lampung Clothing Movement hadir memberikan kesempatan bagi pelaku usaha dengan menghadirkan lebih dari 35 brand lokal buatan asli pemuda Lampung.

Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 ini juga sebagai upaya pengusaha muda di Lampung mengenalkan brand lokal dan semua harus bangga dengan produk lokal.

"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai upaya silahturahmi antar pengusaha muda di Lampung dalam industri fashion. Kegiatan ini juga hadir sebagai ajakan untuk masyarakat mau gunakan produk lokal," kata Panitia Pelaksana, Angga, Senin, 26 Oktober 2020.

Selain itu juga tak ketinggalan dalam kesempatan pameran fashion ini, akan hadirkan promo luar biasa dengan diskon hingga 50 persen di berbagai tenant yang hadir. 

"Gak cuma promo yang kita berikan, kegiatan ini sangat bermanfaat karena ada sharing session dan materi tentang clothing hi gga pengaplikasian bahan," jelasnya. 

Kegiatan yang dilaksanakan di Jalan Purnawirawan Raya No.56, Gedung Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung ini juga tak lupa senantiasa akan menerapkan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan).

"Kegiatan ini sudah matang kita persiapkan mulai dari hal terkecil juga kita fikirkan, apalagi dengan berlakukan satu pintu masuk, kita pastikan seluruh pengunjung akan melakukan cek suhu badan, dilanjutkan cuci tangan atau penggunakan hand sanitizer, hingga wajib gunakan masker," paparnya. 

Ia melanjutkan, dengan hadirkan kegiatan perdana bagi pelaku usaha fashion di Lampung ini, agar masyarakat tak lagi malu jika gunakan produk lokal.

"Produk lokal itu bagus, bahannya bisa bersaing dwngan brand ternama. Jadi tinggal bagaimana kita bangga dan mau mengenalkan ke masyarakat luas saja," ungkap pemilik usaha clothing dengan brand Cuci Otak ini. 

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait