#pemprovlampung

Lampung Buka Program Magang untuk Kembangkan Potensi SDM

Lampung Buka Program Magang untuk Kembangkan Potensi SDM
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu, saat diwawancarai di Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa, 24 Mei 2022. (Lampost.co/Atika Oktaria)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah provinsi Lampung melaksanakan program magang dalam negeri. Sebanyak 300 pencari kerja terpilih menjadi pemagang yang akan tersebar di 25 perusahaan se-Provinsi Lampung. 


"Adapun program ini memberikan wadah bagi pencari kerja, di mana sebelumnya cukup banyak masyarakat yang mendaftarkan diri melalui aplikasi Sistem Informasi Ketenagakerjaan Daerah Provinsi Lampung (SiGajah Lampung)," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nompitu di kompleks kantor gubernur Lampung, Bandar Lampung, Selasa, 24 Mei 2022.

Menurutnya, 300 orang terpilih nantinya menjalankan proses magang selama lima bulan ke depan. Agus menyatakan para pemagang akan mendapatkan uang saku sebesar Rp1 juta setiap bulannya. 

"Dana ini disalurkan dari kementerian tenaga kerja, karena pada tahap awal ini pendanaan melalui dana APBN Kemenaker tahun 2022," ujar Agus. 

Baca juga: Disnaker Lampung Buka Program Magang Rekrut 350 Orang

Ia melanjutkan kegiatan itu bukan hanya satu program. Namun, akan ada program lanjutan yang nantinya dalam pendanaan upah ke pemagang akan dibebankan ke pemerintah provinsi Lampung (APBD) tahun 2022.

"Pelaksanaan tak jauh berbeda dengan gelombang pertama. Nanti setelah berjalan lima bulan magang pertama, akan dilanjutkan program lanjutan. Jumlahnya 300 orang juga, tapi ditargetkan lebih banyak lagi perusahaan yang akan terlibat," kata Agus.

Menurutnya, untuk gelombang ketiga akan tetap dibuka pemagang dengan pendanaan bersumber dari dana mandiri perusahaan. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran yang ada di Lampung. 

Di sisi lain, Koordinator Pengembangan Pemagangan Dalam Negeri Kemenaker RI, Subandi mengatakan setiap tahunnya terjadi penambahan 2,3 juta angkatan kerja baru di mana rata-rata selesai dari pendidikan formal. Menurutnya, berdasarkan data BPS pada Februari 2022 secara nasional, jumlah pengangguran sebanyak 8,4 juta penduduk. Atau dalam persentase tingkat pengangguran terbuka (TPK) Indonesia pada Februari 2022 sebesar 5,83%.

 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait