#PEMPROV#BERITALAMPUNG

Lampung Bentuk IPPRB Dongkrak Kemajuan Rajungan

Lampung Bentuk IPPRB Dongkrak Kemajuan Rajungan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni saat diwawancarai usai kegiatan Photovoice Nelayan Rajungan, Bandar Lampung, Senin, 23 Mei 2022. (Lampost.co/Atika Oktaria)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung membentuk Inisiatif Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan (IPPRB). Hal itu merupakan sebuah inisiatif yang dilaksanakan di tiga kabupaten yaitu Tulangbawang, Lampung Tengah, dan LampungTimur.


"Inisiatif pengelolaan rajungan ini bertujuan untuk menerapkan pengelolaan perikanan rajungan di skala yang tepat yaitu meningkatkan kesehatan ekosistem dan stok rajungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi para pemangku kepentingan di sepanjang rantai pasokan," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni saat kegiatan Photovoice Nelayan Rajungan, Bandar Lampung, Senin, 23 Mei 2022.

Menurutnya, program tersebut melibatkan lebih dari 4.000 nelayan dan 1.000 pekerja di UMKM yang mengumpulkan dan mengolah rajungan, serta 5 unit atau perusahaan pengolah ikan rajungan yang nantinya akan diekspor. Adapun total pekerja dari lima perusahaan tersebut lebih dari 1.000 orang.

"Ini semua memberdayakan peran perempuan didalamnya, dimana kita tahu bahwa peran perempuan pada aspek nelayan memang patut diapresiasi, khususnya pada sektor ikan rajungan. Banyak perempuan ikut andil dalam komoditas ini," jelas dia. 

Liza memaparkan komoditas rajungan menempati posisi 2 nilai ekspor perikanan Lampung setelah udang. Adapun volumenya sebesar 1.383 ton atau senilai Rp516,8 miliar. Walaupun masih nomor 2, memiliki nilai komoditas per kilogram di atas udang, dengan nilai Rp327 ribu per kilogram dibandingkan dengan nilai udang yang hanya sebesar Rp148 ribu per kilogram. 

"Nilai per kg rajungan relatif lebih besar dari komoditas lainnya. Karena rajungan diekspor dalam bentuk kalengan siap saji (ready to eat), dengan tujuan ekspor ke Amerika Serikat. Lampung juga menduduki posisi ketiga terbesar se-Indonesia setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan menyumbang 12% terhadap ekspor rajungan secara nasional di tahun 2020" jelas dia. 

Baca juga: Rajungan Berpotensi Jadi Andalan Sektor Perikanan Lampung

Liza melanjutkan sejak 2020, beberapa pihak mulai menaruh perhatian pada peran perempuan nelayan di Provinsi Lampung. Menurutnya, perempuan nelayan rajungan di Lampung memiliki peran penting usai panen rajungan. Tiga lembaga telah mengimplementasi upaya pengembangan dan penguatan kapasitas perempuan nelayan.

"Jadi, memang peran perempuan penting dalam peningkatan mutu kualitas yang dihasilkan dari rajungan yang diekspor. Mulai dari pengupasan, pengolahan membutuhkan kerja perempuan. Sehingga hasil rajungan Lampung terus meningkat tiap tahun," tutup Liza. 


 

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait