#inflasi#ekbis#beritalampung

Lampung Alami Inflasi 0,37 Persen di Agustus 2020

Lampung Alami Inflasi 0,37 Persen di Agustus 2020
Ilustrasi: Foto: Dok/Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat pada Agustus 2020, indeks harga konsumen (IHK) Lampung mengalami peningkatan indeks dari 105,16 pada Juli 2020 menjadi 105,55 pada Agustus 2020, dengan demikian terjadi inflasi sebesar 0,37 persen.

Berdasarkan penghitungan inflasi tahun kalender (point to point) Agustus 2020 mengalami inflasi sebesar 1,22 persen, sedangkan inflasi year on year (yoy) Agustus 2020 terhadap Agustus 2019 adalah sebesar 1,58 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, delapan kelompok pengeluaran mengalami inflasi, yaitu kelompok pendidikan sebesar 2,34 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,26 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 2,18 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,97 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,06 persen; kelompok pakaian dan alas kaki 0,02 persen; dan kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,01 persen. 

Baca juga: NTP Lampung pada Agustus 2020 Tercatat 94,26

"Untuk kelompok pendidikan memang menjadi kelompok cukup besar dalam inflasi karena masa pandemi ini yang merubah sistem pembelajaran dari seluruh tempat yang ada di Indonesia termasuk Lampung," kata Kepala BPS Provinsi Lampung Faizal Anwar, Selasa, 1 September 2020.

Sebaliknya, kelompok transportasi mengalami penurunan indeks (deflasi sebesar 0,39 persen); kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,03 persen; dan kelompok perumahan, air listrik, gas dan bahan bakar 0,01 persen. 

"Dari dua kota pemantauan di Lampung pada Agustus 2020, semuanya mengalami inflasi. Kota Bandar Lampung mengalami inflasi sebesar 0,41 persen, dan Kota Metro sebesar 0,06 persen," kata Faizal.

Inflasi Kota Bandar Lampung, lanjut dia, menempati peringkat ke-9 dan Kota Metro peringkat ke-29 dari 90 kota yang diamati perkembangan harganya. 

"Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberikan andil inflasi tertinggi, yaitu sebesar 0,19 persen. Adapun sub kelompok yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi pada bulan Agustus 2020 adalah subkelompok Jasa Pelayanan Makanan dan Minuman yaitu sebesar 0,19 persen," katanya.

EDITOR

Adi Sunaryo

loading...




Komentar


Berita Terkait