#Sampah

Lampung Akan Bangun TPA Regional dan PLTSa di Kotabaru

Lampung Akan Bangun TPA Regional dan PLTSa di Kotabaru
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim membuka Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah di 15 Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Selasa, 9 Maret 2021. Lampost/Triyadi Isworo


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi Lampung akan mendirikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional di Register 40 Gedung Wani, Kotabaru, Lampung Selatan. Di lahan seluas 50 hektare itu juga akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim mengatakan TPA itu nantinya akan terintegrasi dalam penanganan sampah di tujuh Kabupaten/Kota, yakni Bandar Lampung, Metro, Pesawaran, Pringsewu, Lampung Selatan, Lampung Tengah, dan Lampung Timur.

"TPA Regional ini akan beroperasi secara terintegrasi dengan instalansi pengelolaan sampah menjadi energi listrik. Pengelolaan limbah B3 juga akan dikelola disini.Ini sangat ramah lingkungan," kata Nunik, sapaan Chusnunia, dalam kegiatan Pencanangan Serentak Aksi Peduli Sampah, Selasa, 9 Maret 2021.

Menurutnya PLTsa akan mereduksi timbunan sampah sebanyak 1.000 ton perhari dan akan digunakan sebagai bahan baku untuk pembangkit tenaga listrik yang menghasilkan tenaga 14 Megawatt. PLTsa ini juga diharapkan bisa menjadi pusat pemusnahan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) diwilayah Sumatera dan bisa menjadi sumber pendapatan daerah.

"Semakin hari semakin banyak sampah yang bertambah. Kita ingin mengendalikan sampah dengan mengubah sampah menjadi berkah dan bernilai ekonomi. Tidak hanya sekedar seremoni tapi dikehidupan sehari-hari. Target di 2025 kita dapat pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah 70% bisa terwujud. Perlu komitmen bersama," katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, Syahrudin Putra mengatakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Regional di Gedung Wani perlu dukungan semua pihak. Saat ini dalam proses sesuai pokja masing-masing dan kajian-kajian terus dilakukan.

"Ini program stategis nasional juga, perlu dukungan semua pihak. Saat ini masih dilakukan kajian-kajian," katanya.

 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait