#airbersih#lampungbarat

Lambar dan Unpad Bandung Kaji Kualitas Pengolahan Air Minum

Lambar dan Unpad Bandung Kaji Kualitas Pengolahan Air Minum
Focus group discussion (FGD) tentang desain pengolahan kualitas air minum di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar, Selasa, 5 Oktober 2021. Lampost.co/Eliyah


Liwa (Lampost.co) -- Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat, bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menggelar  Focus group discussion (FGD) tentang desain pengolahan kualitas air minum.

Kepala Balitbang Lambar Paijo mengatakan, kegiatan itu berisi penyampaian hasil kajian desain kualitas air minum dengan fokus Way Jurak yang merupakan sumber air bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lambar.

"Kegiatan pengkajian pengolahan kualitas air minum itu dilaksanakan oleh tim Teknik Geologi Unpad Bandung dalam rangka penyusunan dokumen kajian kualitas air minum. Hasil dari kajian itu digunakan untuk rencana peningkatan pengolahan kualitas air minum," ujar Paijo, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lambar, Selasa, 5 Oktober 2021. 

Baca: 40 Pekon di Lambar Raih Predikat Mandiri dari Kemendes PDTT

 

"Selain itu juga untuk mengurangi kesenjangan terhadap kebutuhan air di saat musim hujan dan kemarau, baik dari sisi jumlah dan kualitasnya," sambung dia. 

Kegiatan yang dihadiri utusan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) itu diisi penyampaian materi oleh Dosen Teknik Geologi Unpad, Dr Dicky Muslim.

Dicky menjelaskan, pengkajian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum sistem penyediaan dan pengelolaan air minum di Lambar.

"Kemudian mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam pembangunan penyediaan air minum, serta untuk mencari alternatif sistem bangunan pengolahan kualitas air minum yang sesuai dengan kondisi Lambar," kata dia. 

Hasil kajian, lanjut dia, antara lain bahwa pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) harus disesuaikan dengan perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non-gedung.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait