#BENCANAALAM#BERITALAMPUNGBARAT

Lambar Alami 40 Bencana hingga Agustus 2021

Lambar Alami 40 Bencana hingga Agustus 2021
Ilustrasi angin kencang. (Foto: Istimewa)


Liwa (Lampost.co) -- Sejak Januari-Agustus 2021 tercatat sebanyak 40 bencana terjadi di Lampung Barat.

"Dari Januari sampai akhir Agustus 2021 dilaporkan ada 40 kejadian bencana alam di Lambar. Kejadian bencana itu antara lain kebakaran, longsor, banjir, pohon tumbang, korban tenggelam, angin kencang, dan gempa bumi," kata Kepala BPBD Lambar Maidar, di ruang kerja, Kamis, 2 September 2021.

Ia menjelaskan dari 40 kejadian itu, 12 kejadian bencana diantaranya adalah bencana gempa bumi. Meski tidak ada dampak dan kerugian/korban tetapi kejadian gempa bumi ini tetap tercatat masuk dalam laporan kejadian bencana. Ke-40 kejadian bencana yang dilaporkan itu tidak termasuk bencana nonalam.

“Berdasarkan hasil perhitungan untuk kejadian bencana yang terjadi selama Januari-Agustus 2021 yang menimbulkan dampak dan kerugian yaitu telah menelan kerugian hingga mencapai Rp524 jutaan," kata dia.

Baca juga: BPBD Lambar Imbau Masyarakat Waspada Bencana Alam

Dari 40 kejadian bencana itu, lanjut dia, terdapat beberapa bencana yang menimbulkan korban yaitu satu korban jiwa karena meninggal dunia. Kemudian satu orang luka ringan, tujuh unit rumah terendam, rumah rusak berat 3 unit, rusak sedang satu unit, rumah rusak ringan empat unit, dan rumah terdampak dua unit. 

Selain menelan korban dan rumah warga, kata dia, bencana yang pernah terjadi itu juga merusak sejumlah fasilitas umum yakni rusak berat dua unit, rusak sedang dua unit, rusak ringan tujuh unit, dan terdampak 3 unit.

Maidar menambahkan, ke-40 kejadian bencana itu perinciannya terjadi pada Januari dan Maret masing-masing tujuh kasus bencana, Februari dua bencana, April sebanyak 11 bencana. Kemudian, pada Mei sembilan bencana, Juni tiga bencana dan pada Agustus ini satu bencana yaitu kebakaran. Sementara di bulan Juli, tidak ada laporan bencana alam.

"Kami berharap cuaca ekstrem ini tidak ada kejadian bencana alam lagi. Kemudian bencana nonalam pandemi wabah covid-19 ini juga diharapkan segera berakhir," ujar Maidar.

Untuk mengantisipasi bencana, baik bencana alam maupun bencana nonalam ini, ia mengajak seluruh masyarakat mewaspadai segala kemungkinan yang akan terjadi. Misalnya, ketika hujan deras dan angin kencang maka segera hindari tempat-tempat yang dapat membahayakan diri. Sementara untuk mewaspadai bencana non alam yaitu penularan wabah covid-19 maka perlu mematuhi Prokes secara ketat sebagaimana yang sudah dianjurkan pemerintah.

EDITOR

Wandi Barboy

loading...




Komentar


Berita Terkait