#longsor#bencanaalam

Lalu Lintas Jalinpanbar Tanggamus Berangsur Normal

( kata)
Lalu Lintas Jalinpanbar Tanggamus Berangsur Normal
Jalinpanbar Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Tanggamus, sudah bisa dilewati semua kendaraan, tapi pengemudi harus berhati-hati karena jalan masih dipenuhi lumpur. Lampost.co/Abu Umarali


Kotaagung (Lampost.co) -- Jalan lintas pantai barat (Jalinpanbar) Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Tanggamus, sudah berangsur normal dan dapat dilalui kendaraan besar dan kecil, Jumat, 2 Oktober 2020. Kendaraan yang melintasi diimbau berhati-hati karena kondisi jalan yang masih dipenuhi lumpur.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Tanggamus Edi Nugroho mengatakan jika saat ini kondisi jalinpanbar sudah berangsur normal. Tetapi badan jalan masih dipenuhi lumpur yang cukup tebal sehingga membuat licin. Demikian juga dengan kondisi rumah-rumah warga yang sudah dibersihkan para pemiliknya.

"Mobil dan truk atau yang bermuatan lebih sudah bisa lewat Jalinpanbar sejak siang tadi. Saat ini tinggal membersihkan sisa lumpur yang berada di atas badan jalan dan dalam rumah warga," katanya.

Berita terkait: Pembersihan Akses Jalinpanbar Terus Dilakukan

Hingga kini Pemkab Tanggamus belum menghitung total kerugian akibat bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada Rabu, 30 September 2020, sekira pukul 20.00 WIB. Material longsor sempat menutup empat titik Jalinpanbar, yakni di Pekon Way Kerap dan Pekon Sedayu. Longsor terparah berada di simpang Sedayu dengan ketinggian material mencapai panjang 100 meter.

"Bantuan dari berbagai sumber juga sudah berdatanganan guna membantu meringankan beban para korban," katanya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mempelajari lingkungannya akan potensi bencana. Khususnya bagi warga yang mendirikan rumah berdekatan dengan aliran sungai mengingat curah hujan di wilayah Tanggamus masih cukup tinggi.

"Kita tetap perlu waspada dan pelajari potensi bencana di lingkungan sekitar. Bila terjadi sesuatu lakukan dengan tenang dan utamakan keselamatan keluarga," katanya. 

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...




Komentar


Berita Terkait