#PelecehanSeksualAnak

Lakukan Pencabulan terhadap Anak yang Sedang Berbelanja, AI Ditangkap Polisi

Lakukan Pencabulan terhadap Anak yang Sedang Berbelanja, AI Ditangkap Polisi
AI( 50) warga Pekon Banyumas Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu, diamankan polisi lantaran melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.


Pringsewu (Lampost.co): Seorang warga berinisial AI als Kumis (50) warga Pekon Banyumas Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu, diamankan satuan Reskrim Polsek Sukoharjo, lantaran dilaporkan melakukan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Modus yang dilakukan pelaku adalah dengan berpura-pura melakukan pengukuran tinggi badan terhadap korban FFA (10) menggunakan tangannya. Saat itulah terjadi pencabulan dengan cara meremas dada korban.

Kapolsek Sukoharjo Iptu Musakir mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri menyatakan peristiwa pencabulan terjadi pada Sabtu, 16 November 2020 pukul 12.00 Wib di dalam warung milik pelaku di Pekon Banyumas Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan pelaku, kejadian bermula saat korban berbelanja ke warung tersangka bersama adik sepupunya yang juga berusia 10 tahun. Ketika berbelanja, pelaku berpura-pura menanyakan tinggi badan korban dan kemudian melakukan pengukuran. 

Usai berbelanja, korban langsung pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada neneknya. Kemudian neneknya menceritakan kepada ayah kandungnya hingga dilaporkan ke polisi pada 23 November 2020.

"Jadi pelaku kami amakan setelah ada laporan orang tua korban di rumahnya," ungkap Kapolsek Musakir, Jumat, 4 Desember 2020.

Musakir menambahkan, perlakuan cabul yang dilakukan pelaku lantaran penasaran dengan pertumbuhan korban dan adanya gairah seksual pelaku.

Menurut Kapolsek untuk meyakinkan pemeriksaan, polisi juga mengamakan barang bukti berupa satu stel baju tidur warna pink, satu potong celana dalam warna putih, dan satu potong kaos singlet warna merah muda milik korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya AI als Kumis akan dijerat Pasal 76e Jo pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait