kedelai

Lahan Pengembangan Kedelai Lokal di Lampung Masih Kecil

Lahan Pengembangan Kedelai Lokal di Lampung Masih Kecil
(dok. klikdokter.com)


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi mengatakan jika petani kedelai dan lahan untuk kedelai lokal di Lampung tak mendominasi atau kecil jika dibandingkan dengan daerah lain. 

"Di Provinsi Lampung luas lahan sawah yang potensial untuk pengembangan kedelai mencapai sekitar 396.502 hektare. Data pada tahun 2017 areal panen kedelai Provinsi Lampung 4.986 hektare dengan rata-rata produktivitas 1,23 ton per hektare," kata dia. 

Sehingga, lanjutnya, sebenarnya masih terbuka peluang untuk meningkatkan produksi kedelai provinsi ini melalui perluasan areal tanam panen maupun peningkatan produktivitasnya hanya saja ada beberapa faktor yang tak dapat berjalan. 

"Hal tersebut berpengaruh dari pasar yang sulit tersentuh. Masih banyak perajin dan masyarakat yang andalkan kedelai impor karena segi harga, jadi memang lahan di Provinsi Lampung cukup kecil," ujarnya, Selasa, 12 Januari 2021. 

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa krisis kedelai saat ini memang dirasakan oleh semua daerah tak hanya Lampung saja. Sehinga memang wajar jika perajin keluhkan harga impor yang cukup mahal. 

"90 persen kedelai kita yang dihasilkan olahan makanan adalah kedelai impor, hal tersebut bukan berarti kedelai lokal tidak enak. Hanya saja memang masyarakat sudah terbiasa dengan hasil tempe atau olahan kedelai dari impor," ujarnya. 

Namun demikian, pihak pemerintah menginginkan masyarakat atau perajin tempe mau menggunakan kedelai lokal. "Produk lokal tidak kalah enak dan awet hanya memang dari segi kualitas awal bibit yang berbeda. Selama ini produk makanan dari kedelai dikuasai kedelai impor, hal tersebut dikarenakan hasil panen impor kualitas tinggi," katanya. 

 

EDITOR

Ricky Marly

loading...




Komentar


Berita Terkait