#Kesehatan#VirusKorona

Lahan di TPU Pondok Ranggon Semakin Kritis

( kata)
Lahan di TPU Pondok Ranggon Semakin Kritis
Ilustrasi. Petugas pemakaman menurunkan peti jenazah pasien covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Senin, 30 Maret 2020. Antara/Muhammad Adimaja


Jakarta (Lampost.co) -- Jenazah covid-19 yang dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, terus melonjak. Petugas gali tutup memakamkan 46 jenazah yang terdiri atas 32 laki-laki 14 perempuan pada Jumat, 25 September 2020 hingga Sabtu dini hari, 26 September 2020.

 "Ini pemakaman harian paling tertinggi sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjuk TPU Pondok Ranggon sebagai tempat khusus pemakaman jenazah covid-19 atau sejak Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama pada 2 Mei 2020," ungkap Kepala Satuan Pelaksana Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon Marton Sinaga dihubungi Sabtu, 26 September 2020.

 Petugas gali tutup di TPU Pondok Ranggon juga baru memakamkan 41 jenazah covid-19 pada Kamis, 24 September 2020. Jenazah itu terdiri atas 31 laki-laki dan 10 perempuan.

Dengan lonjakan ini, jenazah covid-19 yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon sudah mencapai 3.600 jenazah. Angka ini dihitung berdasarkan jumlah petak. Per petak makam berjumlah 300 jenazah dikalikan 12 petak sama dengan 3.600 jenazah.

 Khusus TPU Pondok Ranggon, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan lahan 10.000 M2 atau 1 hektare (ha) untuk pemakaman covid-19. Namun, lahan itu semakin berkurang seiring dengan meningkatnya jumlah jenazah covid-19 yang dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

 "Lahan covid-19 di TPU Pondok Ranggon saat ini kian kritis, ini fakta," ujar Marton.

Marton menjelaskan 46 jenazah covid-19 yang baru dikuburkan di TPU Pondok Ranggon pun telah memanfaatkan lahan perbukitan yang diselimuti rumput lebat. Lahan tersebut terletak di pinggir kali kecil perbatasan wilayah Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi dan RT 003 RW 02 Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.

 "Lahan perbukitan berumput lebat disana kami padatkan, supaya jenazah pasien covid-19 bisa terkuburkan," jelas Marton.

Pengurus TPU Pondok Ranggon akan bekerja super ekstra dari pagi hingga dini hari guna meratakan lahan perbukitan yang diselimuti rerumputan untuk menguburkan jenazah covid-19 berikutnya.

 "Di kita ada 125 orang tenaga gali tutup makam. Sepertiga dari jumlah itu kita tugasi untuk meratakan lahan. Adapun dua pertiga lainnya kita tugasi menggali liang dan melakukan penguburan jenazah covid-19," ujar Marton.

 Dua per tiga pekerja gali tutup ditugasi juga menggali dan menguburkan jenazah reguler. Rata-rata ada 15-17 jenazah yang dikuburkan dalam sehari.

 "Yang dimaksud pemakaman jenazah reguler yakni jenazah yang meninggal akibat sakit umum," kata dia.

 

EDITOR

Abdul Gafur

loading...


Berita Terkait



Komentar