#kursrupiah#pasaruang

Kurs Rupiah Melemah di Pembukaan Perdagangan Pagi ini

Kurs Rupiah Melemah di Pembukaan Perdagangan Pagi ini
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ilustrasi


Jakarta (Lampost.co) -- Kurs rupiah pada pembukaan perdagangan pagi ini melemah tipis. Mata uang Garuda itu tak mampu mempertahankan penguatan sejak penutupan pekan lalu.

Mengutip Bloomberg, Senin, 14 Juni 2021, rupiah melemah 25 poin atau setara 0,18 persen menjadi Rp14.214 per USD dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di level Rp14.189 per USD pada pukul 09.15 WIB.

Kondisi nilai tukar rupiah terpantau melemah sejak pembukaan perdagangan yang sempat berada pada posisi Rp14.200 per USD. Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp14.200-Rp14.214 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 1,17 persen.

Sedangkan mengutip data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan melemah ke posisi Rp14.203 per USD. Gerak rupiah terpantau melemah dibandingkan pergerakan sebelumnya.

Sebelumnya, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hari ini diprediksi akan fluktuatif. Namun demikian, masih ada peluang mata uang Garuda ini menguat.

"Untuk perdagangan Senin, mata uang rupiah kemungkinan dibuka fluktuatif. Namun, ditutup menguat direntang Rp14.160 per USD hingga Rp14.210 per USD," ungkap Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 14 Juni 2021.

Ibrahim mengatakan indeks dolar AS pada pekan lalu melemah terhadap mata uang lainnya karena kenaikan inflasi AS. Kondisi itu lebih cepat dari perkiraan sehingga mendorong investor bertaruh terhadap tekanan harga yang kemungkinan bersifat sementara, meskipun dukungan bank sentral akan tetap ada untuk mengendalikan inflasi tersebut.

"Data inflasi AS mengatakan indeks harga konsumen inti (CPI) tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, yakni 3,8 persen (yoy). Itu tumbuh 0,7 persen (mtm) atau berada di atas ekspektasi, tetapi di bawah pertumbuhan April," ucap Ibrahim.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait