#narkoba

Kurir Sabu-sabu di Bandar Lampung Divonis 17 Tahun Penjara

Kurir Sabu-sabu di Bandar Lampung Divonis 17 Tahun Penjara
Ilustrasi diunduh Rabu, 3 Agustus 2022. (Foto: Istimewa)


Bandar Lampung (Lampost.co) --  Warga Way Halim, Bandar Lampung, Suherman (49), divonis 17 tahun penjara, karena mengedarkan sabu-sabu seberat 7 kg, pada sidang di PN Kelas IA Tanjungkarang, Rabu, 3 Agustus 2022.

Ketua Majelis Hakim, Wini Noviarini, menyatakan Suherman terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 17 tahun dan denda sejumlah Rp2 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama enam bulan," ujar Ketua Majelis saat membacakan putusan.

Hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan vonis yakni terdakwa meresahkan masyarakat, bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan narkotika dan pernah dihukum.

"Keadaan yang meringankan ,terdakwa mengakui perbuatannya dan menyesali perbuatannya sehingga memperlancar jalannya persidangan," katanya.

Vonis tersebut sama dengan tuntutan JPU Allfriady Effendi yakni 17 tahun penjara. Perbuatan terdakwa bermula saat anggota Ditresnarkoba Polda Lampung mendapatkan informasi dan menangkap terdakwa di rumah kontrakan, Jagabaya II, Way Halim pada 28 Desember 2021. Di lokasi, aparat menemukan sabu-sabu dengan berat kotor, 1,05 kilogram.

Setelah dikembangkan, aparat berangkat ke rumah terdakwa di Ratunuban, Lampung Tengah, aparat menemukan sabu-sabu dengan berat kotor, 5,25 kilogram. Sabu-sabu tersebut dikendalikan, Zikri Sandi, yang saat itu memerintahkan terdakwa berstatus narapidana Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Total sudah empat kali Zikri memerintahkan terdakwa untuk menjadi kurir atau penyimpan sabu-sabu. Tiap kilogram sabu-sabu yang berhasil disimpan dan terjual, terdakwa diberi upah Rp10 juta. 

Penelusuran Lampost.co di SIPP PN Pekanbaru, Zikri Sandi, divonis 14 tahun penjara, karena perkara narkotika pada 18 Juni 2019. Ia juga mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung, namun ditolak.

EDITOR

Wandi Barboy


loading...



Komentar


Berita Terkait