#opini#konvergensimedia

Kurikulum Konvergensi Media

Kurikulum Konvergensi Media
Ilustrasi (Dok/Pixabay.com)


PERKEMBANGAN teknologi, informasi, dan komunikasi yang semakin pesat menandakan dunia berada dalam tahapan globaliasi 3.0. Pada fase ini, kehidupan manusia diwarnai dengan teknologi digital. Hal tersebut mengakibatkan perubahan pada semua lini kehidupan masyarakat, baik di bidang sosial, budaya, politik, moral/etika, maupun dalam bidang pendidikan.

McLuhan (1988) menyebutkan salah satu sifat teknologi adalah pervasive, yang berarti teknologi tersebut ada di mana-mana dan menembus segala aspek kehidupan manusia. Dalam hal merespons perubahan tersebut, dunia pendidikan dituntut mampu menata sistem pendidikan yang mampu mencetak output yang siap menghadapi tantangan di masa depan.

Instansi pendidikan harus mampu mewujudkan suasana dan proses pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan begitu, peserta didik dapat aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

Penyesuaian proses pembelajaran tentunya akan memperbaharui acuan proses pelaksanaan belajar-mengajar yang termuat dalam sebuah kurikulum. Menurut Johnson (1967), kurikulum adalah serentetan tujuan belajar yang direncanakan. Sementara menurut Taylor dan Richard (1985), kurikulum adalah isi pendidikan, daftar mata pelajaran (mata kuliah), pengalaman pendidikan, daftar mata pelajaran (mata kuliah) yang harus dipelajari, bidang studi, dan aktivitas belajar yang direncanakan.

Pengertian kurikulum yang termuat dalam UU No. 20 Tahun 2003 menjelaskan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran yang diharapkan yaitu bagaimana proses pembelajaran berjalan dengan baik, cepat, dan efisien dengan menggunakan berbagai hal yang bisa dijadikan sumber belajar yang telah tersedia di sekitar kita, salah satunya media pembelajaran. Media sebagai alat bantu dalam proses belajar-mengajar berkembang sedemikian pesat sesuai dengan kemajuan teknologi.

Ragam dan jenis media pun cukup banyak sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kondisi, waktu, keuangan, maupun materi yang akan disampaikan. Media dalam perspektif pembelajaran adalah segala bentuk alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber/pengajar ke peserta didik. Selain itu, media juga dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan pembelajaran.

Konvergensi Media

Berbagai jenis media bisa digunakan secara bersamaan dalam suatu pembelajaran dengan mengintegrasikan atau konvergensi, yang lebih lanjut disebut dengan kovergensi media. Konvergensi berasal dari kata convergative yang berarti penyatuan hasil atau kerja sama untuk mencapai suatu hasil.

Dian Widya Pury dkk dalam jurnal Mediator menyebutkan konvergensi media merupakan penggabungan atau menyatunya saluran-saluran keluar (outlet) komunikasi massa seperti media cetak, radio, televisi, internet, bersama dengan teknologi-teknologi portabel dan interaktifnya, melalui perkembangan platform presentasi digital.

Dalam pengertian yang lebih sederhana, konvergensi media adalah bergabungnya atau terkombinasinya berbagai jenis media, yang sebelumnya dianggap terpisah dan berbeda, misalnya komputer, televisi, radio, dan surat kabar, ke dalam sebuah media tunggal.

Gerakan konvergensi media tumbuh berkat adanya kemajuan teknologi. Salah satu perkembangan media yang marak terjadi saat ini adalah media teknologi. Perkembangan teknologi tidak hanya mengandalkan format cetak yang selama ini kerap digunakan, tetapi juga memanfaatkan media elektronik dan online (daring) yang lebih luas lagi cakupannya.

Teknologi dalam Pendidikan

Kurikulum pada perguruan tinggi yang ada belum sepenuhnya melibatkan peran penggunaan teknologi dalam kegiatan pembelajaran. Padahal, teknologi media dan bahan sumber pengajaran memainkan peranan yang sangat penting di dalam proses pembelajaran. Penggunaan media dan bahan sumber information communication technology (ICT) yang sesuai dapat membantu isi pelajaran lebih menarik minat pelajar serta menjadikan proses pembelajaran tidak membosankan.

Pengajaran menggunakan berbagai media diharapkan dapat mempermudah, mempercepat, dan membantu proses pembelajaran yang berlangsung. Dengan demikian, bukan hanya peserta didik yang ditempa untuk menjadi generasi yang berkualitas, dosen juga dituntut terus mampu berkembang dalam melaksanakan pengajaran hingga menjadi tenaga kerja yang lebih profesional dan berkompeten dengan memanfaatkan segala bentuk teknologi yang ada di era millennial ini.

Smith dan Curtin (1998) menyatakan teknologi informasi dan komunikasi mendukung pendidikan dengan cara membantu orang-orang muda untuk hidup dalam dunia teknologi informasi yang kaya. Generasi yang lahir setelah tahun 1980, terutama yang saat ini menjadi mahasiswa, merupakan kelompok usia digital. Untuk generasi ini, dunia digital lebih meresap daripada generasi lainnya dan teknologi menjadi dunia yang mereka ketahui serta menjadi dunia tempat mereka hidup di dalamnya.

Andone et al (2006) telah mengklaim pelajar era digital yang bertumbuh dengan teknologi informasi dan komunikasi memiliki karakteristik khusus dan kebiasaan belajar yang berbeda, yang membuat mereka menggunakan teknologi yang berbeda. Kelompok ini sebagai generasi dengan keterampilan teknologi yang berbeda dan dengan kemampuan kognitif yang sama sekali baru.

Kaplan dan Haenlein (2010) juga mencatat generasi muda memiliki pengetahuan teknis yang cukup dan memiliki kecenderungan untuk terlibat menggunakan teknologi online, yang pada dasarnya membuat penggunaan yang berbeda dengan era media lainnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan kondisi pelajar dalam hal ini mahasiswa sudah sangat siap jika dihadapkan dengan kurikulum konvergensi media.

Saat ini, sudah banyak kajian tentang pentingnya konvergensi media pada disiplin ilmu lain, misalnya ilmu komunikasi. Namun, kajian konvergensi media kurang dimaksimalkan dalam dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Jikapun ada, hanya sebatas kajian, belum pada tahap implementasi dari konvergensi media tersebut.

Padahal, kita sadari bersama dampak perkembangan iptek bisa mengubah seluruh tatanan kehidupan manusia, termasuk dalam bidang pendidikan. Maka dari itu, mau tidak mau, sistem pendidikan harus mengikuti perkembangan zaman. Perkembangan teknologi digital yang sudah akrab dengan manusia, khususnya pelajar, harus diarahkan kepada hal-hal yang edukatif. Jika tidak, mereka cenderung memanfaatkannya untuk hal yang kurang bermanfaat bahkan tidak bermanfaat yang berakibat pada merosotnya kualitas generasi muda yang seharusnya bisa menjadi harapan bangsa dan negara.

Dengan peranan dan tanggung jawab pendidikan tinggi yang sedemikian besar, pengembangan kurikulum pendidikan tinggi menjadi isu strategis karena berkaitan langsung dengan kualitas lulusan yang akan menjadi tulang punggung daya saing suatu bangsa (higher eduction for national sustainability). Maka itu, penulis menyimpulkan hari ini sudah saatnya kurikulum konvergensi media diterapkan di perguruan tinggi.

EDITOR

R Masykur/ Dosen Fakultas Tarbiah dan Keguruan UIN Raden Intan Lampung

loading...




Komentar


Berita Terkait