#haji#haji2022#kemenag

Kuota Haji Indonesia Diharap Keluar Sebelum Ramadan

Kuota Haji Indonesia Diharap Keluar Sebelum Ramadan
Ilustrasi ibadah umrah dan haji di masa pandemi covid-19. Dok AFP


Jakarta (Lampost.co) -- Kementerian  Agama (Kemenag) berharap kepastian kuota haji 1443H/2022M sudah dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi sebelum Ramadan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief menegaskan, seluruh negara masih menunggu kabar dari Dewan Kerajaan Arab Saudi.

"Mengenai kapan kuota akan diumumkan yang tahu adalah hanya Dewan Kerajaan Saudi. Mudah-mudahan sebelum Ramadan nanti," kata Hilman, Senin, 28 Maret 2022.

Baca: 1.310 Calon Jamaah Haji Bandar Lampung Siap Diberangkatkan

 

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji dan Umrah, Mustolih Siradj menjelaskan, kebijakan kuota haji setiap negara merupakan kewenangan dari Pemerintah Arab Saudi selaku tuan rumah. Pada 2019, kuota haji jemaah Indonesia sebanyak 231 ribu orang, namun. pada tahun ini dikhawatirkan tidak sampai di angka tersebut.

"Saya agak ragu jika kuota haji Indonesia diberikan dengan status normal. Karena waktu penyelenggaraan sudah semakin mepet kalau dihitung sepekan lagi masuk bulan Ramadan sehingga hanya tersisa waktu dua bulan," kata Mustohil.

Jika berkaca pada penyelenggaraan haji pada 2019 dan tahun-tahun sebelumnya, maka persiapan bukan hanya dari Indonesia atau negara pengirim jemaah lainnya. Bahkan akan lebih sibuk dan persiapan yang lebih matang dari negara tuan rumah. Dan sampai saat ini belum terlihat persiapan yang sibuk seperti tahun-tahun sebelumnya dari pemerintah Arab Saudi.

Maka akan berdampak pada Indonesia yang memiliki kuota yang cukup besar sehingga dengan waktu yang mepet saat ini maka besar kemungkinan kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia tidak penuh atau tidak kembali normal seperti tahun 2019.

"Ibadah haji saya menduga kuota yang diberikan belum pulih seperti 2019. Karena persiapan itu yang masih menjadi kendala, karena tidak mungkin persiapan haji itu tidak mungkin melakukan persiapan yang matang karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan dunia," ungkapnya.

Penyelenggaraan ibadah haji ini tentu disorot oleh banyak negara, jika pemerintah setempat tidak maksimal dalam persiapan maka bisa menjadi sorotan dunia internasional.

Persiapan ibadah haji bisa jadi lebih rumit dibandingkan menyiapkan piala dunia karena orang terus bergerak di waktu yang sama dan dibutuhkan 40 hari meskipun tiap tahun terselenggara. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait