#BBM#PertaminaJamin#KuotaAman

Kuota BBM Subsidi di Lampung Capai 958,7 KL

Kuota BBM Subsidi di Lampung Capai 958,7 KL
Antrean pengendara ketika ingin mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina 24.351-30 - Soekarno Hatta, Labuhanratu, Bandar Lampung. (Foto:Lampost/Triyadi Isworo)


Bandar Lampung (Lampost.co)--Terkait anteran pengisian BBM di SPBU Labuhanratu, Bandar Lampung, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menyampaikan kuota Bahan Bakar Minyak bersubsidi di Provinsi Lampung mencapai 958,7 Kilo Liter (KL) dengan rincian kuota Premium sebanyak 347,2 KL dan kuota Solar sebanyak 611,5 KL.

Unit Manager Communication, Relation & CSR MOR II, Umar Ibnu Hasan mengatakan masyarakat jangan khawatir mengenai ketersediaan atau bahan bakar di Lampung. Untuk yang bersubsidi sudah ada kuotanya setiap tahunnya. 

"Kuota Premium tahun 2021 di Provinsi Lampung sebanyak 347,2 KL termasuk di Bandar Lampung dengan kuota 86,4 KL. Sementara kuota Solar di Provinsi Lampung 611,5 KL termasuk di Bandar Lampung 153,9 KL," katanya kepada Lampung Post, Minggu, 29 Agustus 2021.

Sementara untuk produk komersil bukan subsidi seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Solar Non-Subsidi berapapun permintaan akan terpenuhi terus. "Enggak ada kuotanya untuk nonsubsidi. Produk komersil, bukan subsidi berapapun permintaan, kita penuhi," katanya.

Kemudian menanggapi adanya antrean panjang yang terjadi di SPBU Pertamina 24.351-30 - Soekarno Hatta, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, Ia menjelaskan kejadian tersebut karena banyak masyarakat yang ingin mengisi BBM jenis bensin atau premium. 
Umar mengajak masyarakat untuk menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan seperti Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex agar kendaraan lebih awet.

"Kita mengajak masyarakat agar lebih paham menggunakan BBM yang berkualitas dan ramah lingkungan. Di Bandar Lampung ada 27 titik SPBU yang menerapkan Program Langit Biru yang bisa digunakan masyarakat," katanya.

EDITOR

Sri Agustina

loading...




Komentar


Berita Terkait