#pariwisata

Kunjungan Wisatawan Mulai Ramai, Diprediksi Melonjak hingga 40%

Kunjungan Wisatawan Mulai Ramai, Diprediksi Melonjak hingga 40%
Antrean pengunjung Lembah Hijau, Bandar Lampung, dengan menerapkan prokes, Jumat, 24 Desember 2021. Lampost.co/Andi


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kunjungan wisatawan di Bandar Lampung mulai ramai di masa libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) ini. Salah satu lokasi wisata yang paling banyak dikunjungi di Kota Tapis Berseri itu adalah Taman Wisata dan Satwa Lembah Hijau.

Manager Marketing Lembah Hijau, Yudi Indra Irawan, menjelaskan menghadapi Nataru tahun ini industri pariwisata sempat dicemaskan dengan rencana penerapan PPKM level 3 dan penutupan seluruh lokasi wisata. Namun, berdasarkan berbagai pertimbangan dan persyaratan, sektor usaha itu akhirnya diperbolehkan tetap beroperasional.

"Syaratnya harus menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung. Aturan itu bagi kami tidak masalah karena memang kami sejak awal pandemi membatasi pengunjung," ujar Yudi di Lembah Hijau, Jumat, 24 Desember 2021.

Selain itu, syarat penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga diterapkan. Setiap pengunjung diwajibkan untuk memindai kode yang terpampang di setiap wahana, seperti kolam renang dan taman satwa. 

"Kalau pengunjung tidak punya aplikasi, bisa menunjukkan sertifikat vaksin atau surat swab hasil negatif. Intinya surat yang menunjukkan pengunjung dalam keadaan sehat. Ditambah cek suhu sebelum masuk, wajib selalu menggunakan masker, dan cuci tangan," ujarnya.

Untuk jam buka juga saat ini dibatasi hingga pukul 17.00 dan tidak ada hiburan artis, seperti di masa normal. Selain itu, pihaknya juga membentuk satgas covid-19 internal yang bertugas mengingatkan pengunjung untuk selalu menerapkan prokes. "Pengunjung yang butuh masker juga, kami sediakan gratis. Intinya seluruh syarat pemerintah kami jalankan," ujar dia.

Dia menilai saat ini mulai ada peningkatan kunjungan. Diprediksi peningkatan pada Nataru ini mencapai 40% dibanding tahun lalu. "Namun, peningkatan itu tentunya belum setara dengan kunjungan wisata di masa sebelum covid-19," kata dia.

 

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait