#ptm#perguruantinggi#kampus

Kuliah Tatap Muka Kampus di Lampung Dimulai

Kuliah Tatap Muka Kampus di Lampung Dimulai
Petugas mengecek suhu tubuh mahasiswi di Gedung Rektorat UIN Raden Intan Lampung. Dok UIN


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Perkuliahan tatap muka terbatas di tingkat perguruan tinggi mulai digelar. Peaksanaan itu mengacu Surat Edaran (SE) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek Dikti) yang membolehkan penyelenggaraan kuliah tatap muka seiring menurunnya angka kasus harian covid-19. 

Wakil Rektor I Universitas Lampung (Unila), Prof Heryandi menyampaikan, Unila sudah mulai menggelar perkuliahan tatap muka sejak Kamis, 30 September 2021. Meskipun, pelaksanaan tersebut hanya diperuntukkan bagi mahasiswa semester akhir. Sedangkan mahasiswa semester awal masih menjalani pembelajaran secara daring. 

Heryandi juga menjelaskan, pihaknya menggunakan sistem blended learning dengan kapasitas maksimal 50%. Jika dalam satu kelas terdapat lebih dari 40 mahasiswa, maka peserta perkuliahan dibagi menjadi beberapa kelas.

"Dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang menyelenggarakan kuliah tatap muka adalah yang berdomisili di Bandar Lampung dan sekitarnya, selain itu harus sudah divaksin," ungkapnya, Jumat, 1 Oktober 2021.

Baca: Sejumlah Rektor Mengaku Belum Siap Kuliah Tatap Muka

 

Bagi yang berada di luar daerah atau luar negeri wajib memastikan diri dalam keadaan sehat. Mereka harus melakukan karantina mandiri selama 14 hari atau melakukan tes swab sebelum beraktivitas di kampus.

"Mahasiswa yang tidak bersedia melakukan pembelajaran tatap muka dapat memilih pembelajaran secara daring. Bagi yang ikut kuliah tatap muka juga harus memiliki izin dari orang tua," kata dia.

Sementara itu, Kabag Humas Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan, Hayatul Islam menjelaskan, perkuliahan di kampus Islam baru akan dimulai pada 4 Oktober mendatang. Perkuliahan tatap muka akan diutamakan bagi mahasiswa semester 1 dan 3, serta kegiatan praktikum yang tak memungkinkan dilakukan secara daring.

Ia menjelaskan, pelaksanaan itu berdasarkan SE Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Nomor B.2721 tahun 2021. Pihaknya juga telah mendapatkan surat rekomendasi Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung dengan Nomor 0452.2 tahun 2021.

"Nantinya perkuliahan akan dibatasi 50 persen dari kapasitas ruang kelas. Kami juga membentuk tim Satgas Covid-19," jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kampus hijau itu akan tetap menggunakan sistem hybrid learning. Sehingga, separuh mahasiswa dalam kelas tetap bisa mengikuti perkuliahan secara daring.

"Mahasiswa yang tidak diizinkan orang tua untuk ikut perkuliahan langsung juga tetap dilayani secara online," kata dia.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait