#bap#penggandaanuang

Kuasa Hukum Tiga Terdakwa Pengandaan Uang Terima BAP

Kuasa Hukum Tiga Terdakwa Pengandaan Uang Terima BAP
Kuasa Hukum Tiga Terdakwa Pengandaan Uang Terima BAP Foto: Lampost.co/Ahmad Amri


Bandar Lampung (Lampost.co)-- Kuasa hukum tiga terdakwa kasus penggandaan uang dikabulkan permintaannya untuk mendapatkan BAP dari Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang,  Bandar Lampung, Senin 28 Oktober 2019.

Irwan Aprianto mengatakan, BAP didapatkan atas kebijakan hakim dalam pesidangan sebelumnya atas permintaan kuasa hukum memohon untuk mendapatkan BAP.
"Atas kebijakan dari majelis hakim mengabulkan permintaan dari kami maka BAP didapatkan dari pengadilan hari ini," kata Irwan Aprianto,  Senin 28 Oktober 2019 di PN Tanjungkarang,kelas 1A,Bandar Lampung.

Dia menjelaskan, tiga terdakwa yang olehnya sebagai kuasa hukum, diantaranya Retno alias Lasmini alias Lasmi Binti Sukirno,  Muharis Bin Samsuri, dan Stefanus alias Efan bin GT Menot.

"Jadi BAP ini sebagai pedoman nanti dihadapan persidangan, berita acara, penjelasan arah perkara kemana, dijadikan perbandingan dalam fakta persidangan tidak sesuai atau bahkan ada keterangan palsu," ujarnya.

Besok, Selasa 29 Oktober 2019, sidang, dugaan penipuan dan pengelapan tiga klien, saling bersaksi dipersidangan.

Diberitakan sebelumnya,  pemilik Padepokan Nyi Blorong, Terancam Pasal Penipuan Retno alias Lasmini alias Lasmi pemilik pedepokan nyiblorong ber sama rekannya terancam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KU HP tentang tindak pidana penipuan.

Retno alias Lasmani alias Lasmi bersama Stefanus Prihanto alias Efan, dan Muharis (dakwaan terpisah) menjalani sidang perdana dengan agenda dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, kelas 1A Ban dar Lampung,  Selasa 22 Oktober 2019.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabi'in membacakan surat dakwaannya menyebutkan perbuatan ketiga terdakwa ini bermula sekitar Selasa, 30 April 2019 di Kelurahan Pardasuka, Kecamatan Ketibung, Kabupaten Lampung Selatan.

"Awalnya korban Mirza Rahman dihubungi terdakwa Retno dan mengatakan bahwa korban mendapat uang sebesar Rp1 triliun. Uang bisa diambil dengan syarat korban harus menyerahkan uang sebesar Rp10 juta," kata Sabi'in, Selasa 22 Oktober 2019.

Dia menjelaskan, beberapa hari kemudian, Fauzan Fadol (meninggal dunia) mengatakan kepada saksi korban Mirza bahwa terdakwa Retno memerlukan uang sebesar Rp50 juta agar membantu ritual untuk penggandaan uang tersebut.

"Lalu saksi korban Mirza menyerahkan uang sebesar Rp20 juta kepada terdakwa Retno yang di transfer kepada Muharis (orang kepercayaan terdakwa Retno) tanggal 15 juli 2018," jelasnya.

Setelah saksi korban tunggu selama 1 minggu, terdakwa belum memberikan kepastian, selanjutnya terdakwa Retno menghubungi saksi korban Mirza untuk datang ke kediaman terdakwa Retno untuk mengambil uang rejeki sebesar Rp1 triliun tersebut.

" Saksi korban Mirza berangkat bersama dengan istri ke rumah terdakwa Retno. Setelah sampai saksi Mirza beserta istrinya di suruh menunggu proses ritual yang dilakukan oleh terdakwa Retno. Setelah sepekan tidak keluar,  saksi minta uangnya dikembalikan kurang lebih Rp80 juta," ujarnya.  

Korban Mirza merasa tertipu kemudian melaporkan terdakwa Retno alias Lasmini alias Lasmi ke Polda Lampung,  dan akhirnya Retno CS bersama komplotannya berhasil ringkus anggota kepolisian Polda Lampung atas laporan dari korban Mirza dengan laporan tindak pidana penipuan.

EDITOR

Setiaji Bintang Pamungkas

loading...




Komentar


Berita Terkait