#suapunila#korupsiunila#jalurmandiri#rektorunila

Kuasa Hukum Karomani Sebut Pernyataan Hariyandi untuk Pembelaan

Kuasa Hukum Karomani Sebut Pernyataan Hariyandi untuk Pembelaan
Ilustrasi. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Tersangka suap masuk Universitas Lampung (Unila) melalui jalur mandiri, Heriyandi melalui kuasa hukumnya Sopian Sitepu mengungkapkan penentu kelulusan peserta ujian ada di tangan Rektor Karomani. Sebab, Rektor memegang password dalam sjstem penerimaan.

Namun, kuasa hukum Rektor nonaktif Karomani, Ahmad Handoko, mengatakan pernyataan tersebut tak sepenuhnya benar. "Silakan saja menyampaikan demikian karena tersangka berhak menyampaikan apa pun untuk pembelaan diri atau meringankan kesalahan. Namun, apa yang beliau (Heriyandi) sampaikan untuk kepentingan pembelaan. Jika konfirmasi ke kami, tentunya tidak seluruhnya benar. Nanti saja akan kami sampaikan dalam persidangan fakta dan bukti yang kami miliki," ujarnya, Selasa, 13 September 2022.

Handoko juga menyatakan pihaknya langsung memberikan keterangan atau fakta-fakta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tidak fokus ke publik melalui media. "Semua kami sampaikan (33 mahasiswa melalui perwakilannya), memang fakta dan sudah kami sampaikan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pada Jumat, 9 september 2022," katanya.

Baca juga: KPK Bidik Pemberi Suap Lain di Kasus Unila

Sebelumnya, KPK RI memperpanjang masa tahanan para pelaku kasus suap penerimaan mahasiswa Unila melalui jalur mandiri. Mereka adalah Rektor nonaktif Rektor Unila Prof. Karomani; Heryandi, wakil Rektor I Bidang Akademik; Muhammad Basri, ketua Senat Unila; dan Andi Desfiandi (AS), swasta.

Kepala Divisi Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan KPK memperpanjang masa penahanan para tersangka masing-masing selama 40 hari terhitung sejak 9 September sampai 18 Oktober 2022. "KRM (Karomani) ditahan di Rutan KPK di Gedung Merah Putih. Sedangkan HY (Heriyandi), MB (Muhammad Basri), dan AD (Andi Desfiandi) di Rutan Pomdam Jaya Guntur," ujar Ali, Senin, 12 September 2022.

"Tim penyidik KPK saat ini masih membutuhkan waktu," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina


loading...



Komentar


Berita Terkait