#korupsi#penggelapandana

Kuasa Hukum Anggota Damkar Pertanyakan Sistem Penarikan Dana di Bank Waway

Kuasa Hukum Anggota Damkar Pertanyakan Sistem Penarikan Dana di Bank Waway
Kantor Bank Waway Kota Bandar Lampung yang berada di Jalan Dokter Susilo, Sumur Batu, Kecamatan Telukbetung Utara. Lampost.co/Deta Citrawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kuasa hukum anggota pemadam kebakaran (Damkar) dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bandar Lampung, Dandi mempertanyakan aliran uang rekening yang dimiliki anggota sebagai pemilik. Pasalnya, para kliennya tidak melakukan penarikan namun nominal tersebut hilang dari rekening.

Dandi menjelaskan bahwa kliennya masih memegang slip penarikan, akan tetapi Bendahara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Krissanti sebagai terduga pelaku penggelapan dana justru bisa melakukan penarikan tanpa menggunakan slip.

"Yang ingin kami tanyakan, kenapa bisa ditarik slip blokiran itu tanpa harus membawa slip aslinya? Kedua, kalau memang bendahara ada akses seperti itu artinya ada perjanjian tersendiri antara Bendahara BPBD dan pihak Bank Waway," ujar kuasa hukum dari LBH Bandar Lampung, Dandi, Rabu, 2 Juni 2021.  

Baca: Bendahara BPBD Bandar Lampung Dilaporkan atas Kasus Penggelapan Dana

 

"Kami ingin mempertanyakan itu, cuma pihak Bank Waway tidak bisa memberikan penjelasan dengan alasan harus ada surat resmi dari dinas terkait," tambahnya. 

Dandi menilai hal demikian bisa berujung pada tindak pidana korupsi. Sebab aliran uang yang bersumber dari gaji pegawai honorer disalah gunakan terduga pelaku.  

"Sudah jelas para pegawai, baik aparatur sipil negara (ASN) maupun honorer yang menggaji negara. Uang dari pusat turun sampai ke tingkat provinsi dan kabupaten/kota masuk ke organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Bendahara akan menginput ke dalam sistem yang akhirnya dipotong sesuai pinjaman dan sebagainya, sisanya masuk ke rekening gaji pegawai. Berarti sudah jelas uang yang diambil terduga pelaku itu uang negara," jelas dia.  

Sementara itu, Direktur Utama Bank Waway, Tarmidi mengatakan kedatangan pihak anggota damkar bersama kuasa hukum itidak memiliki kejelasan. 

"Kalau memang ada kuasa hukum harus ada suratnya," ujar dia. 

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 18 anggota pemadam kebakaran (Damkar) BPBD Kota Bandar Lampung melaporkan bendahara mereka, Krissanti ke kepolisian dengan dugaan penggelapan uang. 

Salah seorang anggota damkar yang enggan disebutkan namanya menduga penggelapan uang itu terjadi ketika dirinya dan anggota lain mempertanyakan uang jaminan pinjaman dari Bank Waway. 

Uang tersebut merupakan jaminan pinjaman atau uang blokiran anggota di Bank Waway yang bisa diambil sebanyak dua kali dan hanya dilakukan pada akhir tahun. 

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait