#programbpnt#bantuansosial

Kualitas Sembako BPNT di Ketapang Tidak Layak Konsumsi

( kata)
Kualitas Sembako BPNT di Ketapang Tidak Layak Konsumsi
Bantuan pangan nontunai atau paket sembako yang diterima sejumlah keluarga penerima manfaat dari beberapa desa di Kecamatan Ketapang, Lamsel, tidak layak konsumsi dan rusak. Dok.

Kalianda (Lampost.co) -- Sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di sejumlah desa di Kecamatan Ketapang, Lmapung Selatan, mengeluhkan kualitas bantuan pangan dari program pemerintah pusat Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Kualitas bahan pangan, seperti beras dan buah pir dinilai buruk sehingga KPM terpaksa membuangnya karena tidak layak dikonsumsi.

Berdasarkan informasi dari sejumlah KPM di beberapa desa, seperti Desa Ketapang, Legundi, Sidoasih,  Lebungnala, dan Tamansari, bantuan paket sembako berupa beras, kentang, minyak goreng maupun buah pir ditemukan sebagian bantuan tersebut tidak layak konsumsi dan rusak.

"Bantuan beras dan buah pir itu diterima warga Selasa, 16 Juni 2020 lalu. Setelah dibagikan, banyak warga yang protes karena kondisi buah pir dan beras tidak layak konsumsi. Saat dimasak beras mengeluarkan aroma tidak sedap, seperti nasi basi," kata salah seorang KPM di Desa Legundi yang enggan disebutkan namanya kepada Lampost.co, Minggu, 21 Juni 2020.

Hal senada diungkapkan MS (48), salah satu KPM di Desa Ketapang. Dia menyatakan bantuan bahan pangan berupa 10 kg beras, 1 liter minyak goreng, 1 kg kentang, dan 4 buah pir itu, kondisi beras kurang bagus, dua dari empat buah pir rusak, dan 1 kg kentang kondisinya tidak layak konsumsi.

"Kami sih ingin dana bantuan sembako Rp200 ribu itu cukup ditukar 15 kg beras premium berkualitas bagus saja.   Tidak usah aneh-aneh pakai buah dan sayuran jika tidak layak," ujarnya.

Menanggapi keluhan sekitar 300 KPM di Desa Ketapang, ketua e-warung desa setempat Serly mengaku telah menyampaikan keluhan KPM itu ke tim koordinasi tingkat kecamatan dan PT Mubarokah Jaya Makmur (MJM) selaku supplier bantuan paket sembako itu.

"Katanya sih sudah disampaikan ke MJM, tapi enggak tahu mau diganti apa enggak karena kami hanya menyalurkan saja bantuan tersebut," katanya.

EDITOR

Muharram Candra Lugina

loading...

Berita Terkait

Komentar