#pemprovlampung#arinal-nunik#beritalampung

Kualitas Pembenihan Ikan di Lampung Didorong Meningkat

Kualitas Pembenihan Ikan di Lampung Didorong Meningkat
Arinal saat peninjauan lokasi Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Purbolinggo, Lampung Timur, Selasa, 1 Maret 2022. Istimewa


Sukadana (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, meminta peningkatan manajemen pembenihan ikan. Hal itu mulai dari pemilihan induk, pemijahan, penetasan telur, pemeliharaan larva/benih dalam lingkungan yang terkontrol, hingga pemasaran.

"Dalam menghasilkan benih yang berkualitas perlu variasi makanan. Sehingga yang dihasilkan ikan yang bermutu," kata Arinal saat peninjauan lokasi Balai Benih Ikan Sentral (BBIS) Purbolinggo, Lampung Timur, Selasa, 1 Maret 2022.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung, Liza Derni, mengatakan BBIS Purbolinggo sebagai salah satu instalasi pembenihan air tawar dengan luas areal mencapai lima hektare. Lokasi itu memiliki berbagai jenis induk ikan air tawar.

Diantaranya induk ikan nila (1.200 ekor), mas (185 ekor), lele (150 ekor), patin (80 ekor), baung (158 ekor), gurame (140 ekor), bawal (20 ekor), dan jelawat (30 ekor). Total seluruhnya 1.963 ekor.

“Dari indukan itu, produksi yang dihasilkan mencapai 1.903.600 ekor pada 2020 dan 1.477.000 ekor pada 2021,” ujarnya.

Produksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasar benih ikan terutama di Lampung Timur dan daerah lainnya, seperti Metro, Lampung Tengah, Tulangbawang, Tulangbawang Barat, Lampung Utara, Lampung Barat, Lampung Selatan, dan Pringsewu.

Dia mengakui produksi pada 2021 mengalami penurunan. Sebab, proses pemijahan ikan tidak dilakukan optimal karena sumber air utama BBIS Purbolinggo yang berasal dari saluran irigasi teknis mengalami pengeringan. “Saat itu karena ada perbaikan," katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan

loading...




Komentar


Berita Terkait