#kampus

Kualitas Intelektual Dinilai Mampu Cegah Politik Praktis di Kampus

Kualitas Intelektual Dinilai Mampu Cegah Politik Praktis di Kampus
Akademisi Administrasi Negara Universitas Lampung (Unila) Dedy Hermawan


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Akademisi Administrasi Negara Universitas Lampung (Unila) Dedy Hermawan menilai peningkatan kualitas intelektual civitas academika mampu mencegah politik aliran dan praktis masuk ke dalam kampus.

“Itu menjadi kekuatan supaya mereka tetap berada dalam koridor ilmiah. Maka daya intelektual itu yang harus ditingkatkan, sehingga dia akan bisa membatasi dirinya dari setiap manuver yang terbukti itu politik praktis atau politik aliran,” katanya saat ditemui di ruangannya, Selasa, 15 Februari 2022.

Ia mengatakan kalau civitas academica harus mendesain segala sesuatu dengan kacamata ilmiah, kalau itu sudah kuat pemikiran ilmiahnya maka akan kuat melindungi budaya akademik di insitusi kampus.

“Secara mindset-nya dan secara perilakunya menangkal politik praktis dan politik aliran seperti itu. Jadi semua itu sangat terbuka masuk ke kampus, tapi dia akan diolah sebagai sebuah data dan fakta yang harus dikritisi oleh pemikiran yang ilmiah,” jelasnya.

Selain itu menurutnya yang kedua juga tentu memperkuat semua regulasi dan aturan yang akan juga menjadi benteng untuk memblokade atau menutup masuknya politik praktis. Kalaupun ada kehadirannya, harus tetap dalam koridor aturan aturan yang berlaku.

“Misalnya kita mengundang politisi ke kampus, itu kan dalam konteks pembelajaran politik,” ujarnya.

Ia juga mengatakan akan rusak marwah kampus ketika seorang pemimpin perguruan tinggi memilih pembantu kerjanya secara serampangan.

“Jadi menempatkan orang itu tidak sekedar bahwa dia adalah tim, teman, teman atau tim di dalam membangun satu keberhasilan dalam suksesi kepemimpinan,” terangnya.

Menurutnya hal itu merusak visi institusi yang digunakan untuk keperluan balas budi atau karena kekeluargaan, Dedy menambahkan itu yang berbahaya itu kan kalau itu dilakukan.

“Berbahaya karena di situ dia akan mengorbankan institusi dan publik itu yang harus dihindari yang seperti itu,” tambahnya.

 

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait