#bocahtenggelam#maroko

Kronologi Tewasnya Rayan, Bocah Maroko yang Terjebak di Sumur 32 Meter selama 4 Hari

Kronologi Tewasnya Rayan, Bocah Maroko yang Terjebak di Sumur 32 Meter selama 4 Hari
Bocah Maroko, Rayan Oram dibawa ke ambulans setelah tubuhnya berhasil dikeluarkan. Foto: AFP


Chefchaouen (Lampost.co) -- Operasi penyelamatan bocah bernama Rayan Oram yang terperangkap di sumur sedalam 32 meter selama empat hari berujung gagal. 

Padahal, upaya itu sempat memancing perhatian puluhan ribu orang di seluruh dunia yang menyaksikan, men-tweet, bersorak, dan berdoa ketika sekelompok kecil penyelamat di Desa Ighran, Provinsi Chefchaouen, Maroko mencoba membebaskan bocah lelaki berusia lima tahun itu dari dalam sumur.

Pada Sabtu, 5 Februari 2022, malam, para pekerja yang telah menggali terowongan akhirnya bisa mencapai posisi Rayan. Tetapi helikopter medis yang telah menunggu berhari-hari untuk membawanya ke rumah sakit diminta tidak perlu lepas landas lantaran Rayan dikabarkan sudah tidak bernyawa.

“Saya ingin percaya bahwa keajaiban masih terjadi,” kata Mehdi Idrissi (32), seorang dokter di Kota Fez Maroko yang mengikuti upaya penyelamatan selama berhari-hari.

“Sebagai sebuah negara, kami membutuhkan sedikit harapan, dan meskipun akhirnya tragis, itu menyatukan kami semua. Semoga ia beristirahat dalam damai,” ujar Idrissi, seperti dikutip the New York Times, Minggu, 6 Februari 2022.

Baca: Mendagri Hong Kong Mundur usai Kepergok Hadiri Pesta di Tengah Pandemi Covid-19

 

Lebih dari 100.000 orang memantau salah satu siaran langsung yang menunjukkan parit tempat para penyelamat bekerja siang dan malam. Mereka menggali dengan buldoser dan dengan tangan. Ribuan lainnya mengikuti di streaming langsung di media sosial, tidak hanya Maroko, tetapi juga Aljazair dan orang-orang di Prancis.


 
Penyelamatan Bocah Terperangkap Sumur di Maroko Berakhir Tragis, Korban Meninggal
Warga menantikan Rayan dikeluarkan dari sumur. Foto: AFP
 
Wartawan di tempat kejadian sesekali masuk ke streaming untuk berterima kasih kepada pemirsa dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Arab atas dukungan mereka.
 
“Saya pikir kita semua, setiap orang Maroko di seluruh dunia, terjaga, menonton, dan berdoa agar Rayan yang berusia lima tahun diselamatkan dan dipersatukan kembali dengan orang tuanya,” Boutaïna Azzabi Ezzaouia, produser digital Belanda-Maroko di Belanda, tulisnya di Twitter.

Dalam operasi pencariam, pada Kamis, 4 Februari 2022, sebuah kamera yang diturunkan tim penyelamat ke dalam sumur masih menyorot gerakan tubuh Rayan yang berlumur darah. Para pekerja pun masih bisa mengirimkan oksigen dan air.

Tetapi pada Sabtu sore, ketika tim penyelamat telah membuat terowongan beberapa inci dari tempat bocah itu terjebak, petugas kehilangan fokus terhadap posisi dan kondisi kesehatan Rayan lantaran berbaring miring sedemikian rupa. Beberapa menit kemudian, berita menyebar bahwa Raja Maroko, Mohammed VI, telah menelepon orang tua Rayan, Khaled Oram dan Wassima Khersheesh, untuk menyampaikan belasungkawa kepada mereka.
 
“Raja mengonfirmasi bahwa dia telah mengikuti perkembangan kecelakaan tragis ini dengan cermat dan telah mengeluarkan instruksi kepada semua otoritas terkait untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa orang yang meninggal,” menurut sebuah pernyataan dari pihak kerajaan, yang disiarkan media nasional.
 
“Itu kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” pernyataan itu menyimpulkan, bahwa Rayan telah meninggal.
 
Beberapa orang yang mengikuti operasi itu menangis di depan umum. Yang lain meramaikan media sosial. 

"Kami semua, telah mengulurkan harapan bahwa Rayan kecil akan berhasil,” Laila Lalami, seorang novelis Maroko yang telah menjadi finalis untuk Penghargaan Pulitzer dan Penghargaan Buku Nasional, mengatakan di Twitter setelah mengetahui bocah itu telah meninggal.
 
"Ini semua sangat tragis,” ucapnya.

Rayan jatuh ke dalam sumur pada Selasa, 1 Februari 2022. Selain dalam, sumur tersebut memiliki jarak antardinding yang sangat sempit.

Kejadian bermula saat ayah Rayan sedang sibuk memperbaiki sumur tersebut. Saat perhatiannya kembali ke putranya, sang ayah baru menyadari bahwa Rayan sudah jatuh ke dalam sumur.

"Pada saat itu saya mengalihkan pandangan darinya, si kecil jatuh ke dalam sumur. Saya belum tidur sedikit pun," kata ayah Rayan.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait