#korupsi#lampungtengah

Kronologi Jerat Hukum Eks Bupati Lamteng Andy Achmad hingga Dinyatakan Bebas

Kronologi Jerat Hukum Eks Bupati Lamteng Andy Achmad hingga Dinyatakan Bebas
Perwakilan pihak Andy Achmad menyerahkan uang denda Rp500 juta ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung. Dok Kejari Bandar Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Eks Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Andy Achmad Sampurna Jaya akhirnya menghirup udara bebas hari ini, Selasa, 17 Agustus 2021.

Andy merupakan terpidana korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng tahun 2008. Perkara ini bermula saat ia memindahkan kas daerah sebanyak Rp28 miliar dari Bank Lampung ke Bank Tripanca milik Sugiarto Wijarho alias Alay. Padahal, kas daerah tidak diperkenankan dialihkan ke bank milik swasta. Nahasnya lagi, Bank Tripanca beberapa waktu kemudian kolaps.

Pemindahan kas tersebut tercium Polda Lampung hingga mengakibatkannya ditetapkan sebagai tersangka pada 2010. Andy sempat melarikan diri beberapa pekan tahun 2011 dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Namun akhirnya ia berhasil ditangkap di rumahnya, di Jalan Ridwan Rais, Kedamaian.

Baca: Mantan Bupati Lamteng Andy Achmad Sampurna Jaya Bebas Hari Ini

 

Kanjeng, sapaan akrabnya pun dimeja-hijaukan dan divonis bebas oleh Hakim Andreas Suharto pada 19 Oktober 2011 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Tanjungkarang. Padahal, Andy dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Vonis tersebut membuat JPU mengajukan kasasi hingga Mahkamah Agung (MA) pun menjatuhkan pidana 12 tahun penjara dan membatalkan putusan PN Tanjungkarang pada 9 Mei 2012.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 12 tahun dan denda sebesar Rp500.000.000. Dengan ketentuan jika denda tidak dibayar, maka kepada terdakwa dikenakan pidana pengganti berupa pidana kurungan selama enam bulan," bunyi putusan tersebut, sebagaimana disitat Lampost.co darii situs Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Tanjungkarang di http://sipp.pn-tanjungkarang.go.id/.

Tidaj hanya itu, MA juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp20.500.000.000.

Andy sempat mengajukan permonan Peninjauan Kembali (PK) pada 2019, namun ditolak.

 Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IA Bandar Lampung, Maizar mengatakan, Andy dinyatakan bebas usai mendapatkan pembebeasan bersyarat (PB).

"Sudah bayar denda Rp500 juta ke Kejaksaan," paparnya.

Jika tidak mendapatkan PB, Kanjeng dijadwalkan baru bebas pada Februari 2022.

"Karena denda dibayar, jadi subsider enam bulannya hilang," katanya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait