#pembuanganbayi

Kronologi Ibu Membuang Bayi di Kolam Pringsewu, Dihamili Pacar hingga Aborsi

Kronologi Ibu Membuang Bayi di Kolam Pringsewu, Dihamili Pacar hingga Aborsi
Warga Pekon Parerejo, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, menemukan jasad bayi tidak bernyawa di kolam bekas pembuangan sampah, sekitar pukul 20.30 WIB, Senin, 10 Oktober 2022. Dok


Pringsewu (Lampost.co) -- Tersangka pembuang bayi, berinisial R (21), warga Pekon Parerejo, mengaku malu karena hamil di luar nikah. Hal itu membuatnya nekad membuang bayi yang dikandungnya.

Kapolres Pringsewu, AKBP Rio Cahyowidi, menjelaskan bayi tersebut dipaksa lahir saat usia kandungan sekitar delapan bulan.

Baca juga: Ibu Buang Bayi di Kolam Parerejo karena Malu Hamil di Luar Nikah

Tersangka mengaborsinya sendiri dengan bantuan obat-obatan. "Begitu lahir, bayi tidak bergerak,” kata Rio, Rabu, 12 Oktober 2022.

Selanjutnya, tersangka R membungkus bayi dengan pakaiannya. Tersangka sempat membawanya pulang sebelum dimakamkan di belakang rumah kakeknya, tepatnya di dekat kolam bekas pembuangan sampah.

“Namun makam bayi itu diguyur hujan sehingga makam yang tidak dalam tergerus air membuat bayi hanyut ke kolam eks pembuangan sampah,” ujarnya.

Menurutnya, tersangka R dihamili pacarnya. “Hal itu masih didalami,” katanya.

EDITOR

Effran Kurniawan


loading...



Komentar


Berita Terkait