#korupsi#PTLJU

Kritik Rencana Sidang In Absentia Korupsi PT LJU, LBH Ingatkan Kasus Satono

Kritik Rencana Sidang In Absentia Korupsi PT LJU, LBH Ingatkan Kasus Satono
Kejaksaan Tinggi Lampung. Dok Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- LBH Bandar Lampung mengkritisi upaya penanganan perkara secara in absentia atau tanpa kehadiran tersangka atas kasus korupsi BUMD Provinsi Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU).

Diketahui kedua tersangka yakni Direktur Utama BUMD Provinsi Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU), Andi Jauhari Yusuf; dan pihak swasta atau rekanan, Alex Jayadi. Keduanya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO)

Baca juga: Dua Tersangka Korupsi PT LJU Segera Disidang Meski DPO

"Secara prinsip, memang diatur (in absentia), tapi ini jadi PR Kejaksaan, benar-benar harus ditangkap," ujar Direktur LBH Bandar Lampung, Suma Indra Jawardi.

Ia menyebut jangan sampai perkara PT LJU berakhir seperti kasus korupsi APBD Lampung Timur dengan terpidana almarhum Satono, yang tak pernah menjalani pidana badan, dan proses eksekusi uang pengganti Rp10,58 miliar, terkatung-katung.

"Kejaksaan punya pengalaman pahit dari perkara Satono," paparnya.

Sidang secara In Absentia juga memiliki kelemahan, misalnya JPU tak bisa mengembangkan dan menggali lebih dalam terkait praktek culas yang merugikan Lampung hingga miliaran rupiah. Apakah hanya ada dua pelaku, atau ada aktor lainnya untuk diungkap bakal terkendala.

"Berpengaruh juga nanti misalnya, dengan proses uang pengganti (eksekusi) tracing aset dan lainnya kan jadi kendala, kalau DPO," kata Alumnus FH Unila itu.

Sementara, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung memastikan akan terus memburu dan menangkap dua tersangka korupsi BUMD Lampung, PT Lampung Jasa Utama (LJU). Keduanya yakni Direktur Utama   Andi Jauhari Yusuf, dan pihak swasta atau rekanan, Alex Jayadi.

Kajati Lampung Heffinur menegaskan meskipun pihaknya terus mengejar kedua tersangka, namun persidangan atas kasus korupsi PT LJU akan tetap berjalan secara in absentia.

"Pokoknya kami kejar terus, kalau memang nanti dihukum (divonis), pasti kami kejar," ujar Heffinur di pelataran Swiss Bell Hotel, Jumat, 21 Januari 2022.

Kasipenkum Kejati Lampung, I Made Agus Putra menambahkan, tim Tabur Kejati Lampung, dan fungsi Intelejen terus berupaya mencari keberadaan kedua pelaku tersebut.

"Sudah (berupaya), bahkan kita panggil lewat media juga," katanya.

EDITOR

Winarko

loading...




Komentar


Berita Terkait