#pilkada#pilbup

KPU Way Kanan: Pilbup Digelar November 2024

KPU Way Kanan: Pilbup Digelar November 2024
KPU Way Kanan saat audiensi dengan Bupati Raden Adipati Surya, di Ruang Kerja Bupati Way Kanan, Senin, 29 November 2021. Lampost.co/Candra Putra Wijaya


Way Kanan (Lampost.co) -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Way Kanan menegaskan tahapan Pemilu 2024 dimulai paling lambat 20 bulan sebelum hari pemungutan suara. KPU RI telah mengusulkan hari pemungutan suara digelar pada Februari 2024, sementara pemerintah pada Mei 2024. 

Ketua KPU Way Kanan, Refki Dharmawan mengatakan, usulan KPU tersebut telah mempertimbangkan kemungkinan adanya irisan tahapan Pemilu dan Pilkada, serta kemungkinan terjadi Pilpres putaran kedua. 

"Tahapan yang terlalu banyak antara Pemilu dan Pilkada tentu menguras energi penyelenggara. Pada 11 November 2021 kemarin, pimpinan KPU RI telah secara khusus menghadap Bapak Presiden RI untuk menyampaikan hal-hal terkait hari pencoblosan suara," kata Refki saat audiensi dengan Bupati Raden Adipati Surya, di Ruang Kerja Bupati Way Kanan, Senin, 29 November 2021.

Baca: KPU Bantah Pilkada Serentak Diundur 2027

  

Menurut Refky, Presiden telah menyetujui usulan pemungutan suara pada Februari 2024. Sehingga, kata dia, jika ditarik mundur 20 bulan maka awal tahapan Pemilu dmulai  pada Juli 2022.

"Soal Pilkada serentak 2024, Pemilihan Bupati dan Pemilihan Gubernur dilaksanakan November 2024. Dengan lama tahapan 12 bulan sebelum dan dua bulan setelah hari pemungutan suara," sambug dia.  

Tahapan Pilkada terbagi dalam dua tahun anggaran, yaitu anggaran 2023 dan 2024. Ia berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Way Kanan bisa mempersiapkan diri guna mendukung agenda nasional ini.

"Sehingga dalam pembahasan RAPBD 2023 telah dialokasikan tahapan Pilkada. Terlebih alokasi TA 2024 dengan memperhatikan kesetaraan honorarium adhoc saat Pemilu," jelasnya. 

Sementara itu, Bupati Way Kanan Raden Adipati Surya mengatakan, pihaknya mengapresiasi kerja-kerja KPU Way Kanan. Ia juga menyatakan siap mendukung kelancaran tahapan Pemilu dan Pilkada 2024.

"Namun diakui bahwa pandemi covid-19 belum berakhir dan dibutuhkan dana cadangan yang cukup besar, ditambah program wajib lainnya yang harus dibiayai APBD," paparnya.

EDITOR

Sobih AW Adnan

loading...




Komentar


Berita Terkait